Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2023

Di saat Mereka Berhalangann

Gambar
Di Saat Mereka Berhalangan ( Sri Wuryaningsih) Seperti biasa pembiasan dalam pembentukan karakter setiap Jumat di MTsN 33 Jakarta adalah Yassin , dan Dhuha. Pagi- pagi beberapa guru berbaris , menyambut kedatangan siswa. Pagi yang ditemani udara sejuk dan hangatnya sinar matahari yang masih malu- malu menemani mereka menyongsong siswa. Kami sambut calon- calon orang hebat penerus pemimpin negeri ini dengan senyum dan tanya. Pukul 06.25 bel berbunyi tanda semua siswa harus berkumpul di masjid. Dari petugas piket sudah terdengar peringatan agar seluruh siswa segera menempati tempat duduk di masjid. Tak lupa piket mengingatkan agar mereka selalu cuci kaki sebelum masuk masjid. Tidak semua siswi berkumpul di masjid, karena banyak yang berhalangan. Karena kedatangan "Tamu bulanan". Mereka dikumpulkan di lapangan untuk mengisi waktu luang. Karena sebagian guru sudah mendampingi siswa di masjid, maka aku mendampingi mereka yang tidak sholat. Berbagai kegiatan aku berikan. Ada ta...

Engkau Adalah Legalitas

Gambar
 Engkau Adalah Legalitas (Sri Wuryaningsih, MTsN 33) Kehadiranmu ditunggu para guru Ada yang hadir dipagi hari  Ada juga yang datang menjelang senja Penuh perjuangan engkau kami raih Dengan penuh optimis dan  harapan engkau kami nanti Engkau adalah legalitas  Sebagai SIM mengajar anak negeri Walau bukan satu-satunya SIM Namun banyak yang berharap untuk  memilikimu Engkaulah P3K Sebuah program pemerintah kami Wujud kepedulian meraih mimpi Melahirkan generasi Robbani Agar Indonesia abadi Sumpah jabatan adalah janji kami Untuk bekerja jujur dan mengabdi Semoga amanah terpenuhi Untuk mendidik anak negeri Menuju Indonesia berseri Jakarta, 16 Agustus 2023 07.00

Dalam Jiwa yang Teresonansi

Gambar
    Dalam Jiwa yang Teresonansi ( Sri Wuryaningsih) Mengapa begitu sulit melepas semua Walau berbagai upaya Aku tak ingin terperdaya Oleh khayal dan bayang fatamorgana  Apakah ini jawab atas doa Yang terlantun sesaat sunyi Dalam lautan emosi Ketika jiwa penuh ambisi Tuhan.. aku ingin kembali Pada rumah yang penuh inspirasi Sebagai langkah menuju sejuta mimpi Bantu aku Tuhan Tanpa-Mu aku hampa Kuyakin semua takdir baik-Mu Mudahkan langkah dalam berpijak  Lancarkan tangan dalam menggenggam Hilangkan kelu dalam beresonansi Biarlah kuraih mimpi Yang masih tersimpan dilubuk hati Bahkan tersembunyi dalam sunyi Karena tak ingin setan menyertai Angan terpatri membungkus diri Berselancar pada alam tak berujud Tertanam pada jiwa yang merajud Agar  lahir tanpa ujub Sebagai karya dalam hidup Depok, 15 Agustus 2023 Ketika Subuh menemani

Pulanglah

Gambar
 Pulanglah ( Sri Wuryaningsih) Ku buka ruang itu, kosong Kenapa.. mana ungkapan jiwa  Dan untain indah yang biasa hadir Kenapa kau pergi dan membiarkan kosong Pulanglah dan kembali Aku yakin kau hebat,kuat dan tak bergeming Ya...aku tahu itu memang berat Tapi ku yakin kau akan bisa melewati semua itu Bukankah sebelumnya kau melewati kegelapan dan gelombang lautan. Kau bisa Masa ini hanya riak kecil kau terpental Ayolah buka mata hatimu Dan lihatlah ada hamparan Padang Hijau dan Taman Bunga menantimu Bukankah cita- citamu memiliki  Padang Rumput dengan ternak yang gemuk dan Taman Bunga yang Indah. Nah...tengok dan ambillah  Kini sudah ada di dekatmu Tanpa kau sadari kau telah bangun dan rintis Padang Rumput dan Kebun Bunga Setiap hari, pagi dan sore tak lupa kau Siram dan kau pupuk Hari demi hari  Tahun demi tahun kau lalui dengan penuh semangat dan percaya diri Tak kenal kau kerjakan semua itu Tanpa kau sadari semua membawa kau kesuatu kepastian Walau ku tahu...

Surat Cinta

Gambar
 Surat Cinta ( Sri Wuryaningsih) Hari ini adalah hari terakhir aku menghandle kelas , karena guru aslinya sedang ada kegiatan di luar. Aku katakan jika untuk selanjutnya guru aslinyalah yang akan mengajar.  Aku katakan ke para siswa, jika dalam pengajaran ada yang benar itu karena Allah , kalau ada yang salah karena kebodohan ibu . Kepada Allah ibu mohon ampun kepada kalian ibu minta maaf. Sebelum aku akhiri, aku minta kepada mereka refleksi selama beberapa hari aku mengajar . Katakan dengan jujur, kalau baik bilang baik . Kalau jelek bilang jelek. Ga usah takut- takut. Karena semua untuk perbaikan ibu . Semua  siswa sibuk menulis pada selembar kertas atau point note. Saat sedang menulis ada yang bertanya " Bu kalau saya nulis...." Saya lupa ga ngerti atau apa . Saya katakan , " Ya gapapa tulis aja". Oh ya saya meminta mereka menuliskan namanya. Agar paling tidak saya kenal nama mereka , walau saya belum hafal wajah mereka.  Akhirnya sebelum saya meninggalkan kelas ...