Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Dalam Diam

Gambar
 Dalam Diam (Sri Wuryaningsih) Ketika mesin itu tak bersuara  Ketika bibir terdiam Ketika ada menjadi tiada  Ketika hanya bisu dalam diam Hanya jiwa yang bicara Antara ada dan tiada  Bahkan dugaan Belaka Ada kata yang ingin diungkap Tapi bayangan menghantui Berjalan menembus waktu Sampai di jalan tak berujung Ingin rasanya menebas tanpa sisa Karena semua telah nyata Biar menjadi cerita Yang tersimpan dalam diam Jakarta, 28 Mei 2024 Goresan di tengah rasa jenuh ,untuk menghindari kantuk saat ngawas ASATπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

Pagi Berseri

Gambar
 Pagi Berseri ( Sri Wuryaningsih) Udara pagi bebas melintas  Terhirup terasa segar sekali Udara pagi tanpa polusi Bukti cinta kasih- Mu pada kami Suasana hening ditemani kicau burung bernyanyi  Menyambut sinar mentari menyapa pagi Dalam remang berselimut kabut putih  Terlihat pemandangan yang indah  Tak bosan mata memandang kebesaran Illahi Hanya takbir dan tahmid Yang terlepas dari bibir yang kadang tak terkendali  Sungguh elok pemandangan ini Sejauh mata memandang bentang bumi terhampar  Keemasan padi tertimpa sinar mentari  Menambah harmonisasi birama pagi Sungguh indah ciptaan- Mu ya Robby Semoga negeri ini selalu Engkau lindungi  Dari tangan- tangan jahil perusak bumi Dari hawa nafsu keserakahan hati Depok, 19 Mei 2024

Untukmu Anak-anakku

Gambar
 Puisi ini khusus saya persembahkan untuk Angkatan 24 , MTsN 33 Jakarta  Untukmu Anak- anakku Buah karya : Sri Wuryaningsih  Kau adalah mutiara negeri  Yang terserak dan tersembunyi  Tertutup awan hitam dan mendung Bersama para pecinta Ibu Pertiwi  Kami poles kalian agar kelak  Muncul kemilau dan investasi  Dalam polesan tangan- tangan trampil Kami berharap kalian dapat membangun negeri Namun semua penuh  terjal dan jalan berliku Butuh pengorbanan dan perjuangan  Tancapkan sikap patriotisme  Tanamkan kejujuran yang mulai memudar Jaga nama Harum Ibu Pertiwi  Seantero alam jagat raya  Tetap semangat anak-anakku  Harapan menyongsong kalian  Di ujung waktu ( Buat para walas titip yaπŸ™πŸ™)

Sahabatku

Gambar
  Setelah 36 tahun tidak bertemu, Alhamdulillah akhirnya kami bisa bertemu lagi di Lombok. Andriana Rahayu Sapta Ningtyas yang biasa di panggil Yayuk adalah sahabat kecilku sejak kami duduk di Bangku SMP Pancasila, Lampung. Kami selalu duduk sebangku ( saat itu model bangku sekolah adalah bangku panjang, satu bangku bisa untuk 2 - 3 orang.Dan selalu sebangku sampai kami di SMA pun masih sebangku. Karena ketika SMA aku dan Yayukpun masih 1 kelas di kelas IA. Namun ketika kelas II SMA Yayuk harus pindah ke Lombok. Sejak saat itu hilanglah kabarnya. Karena saat itu HP belum ada. Aku lupa apakah kami selalu berkabar lewat surat , aku sudah tak ingat lagi. Yang masih ku ingat adalah beberapa tahun terakhir, aku selalu mencari info bagaimana kabar sahabat ku ini. Sehingga pada suatu hari aku mendapatkan nomor handphonnya. Sejak saat itulah mulai terjalin lagi komunikasi via HP. Senang rasanya bisa menjalin silaturahim lagi dari sahabat kecilku. Kami kadang saling berbagi kabar. Sampai ka...