Sahabatku

 





Setelah 36 tahun tidak bertemu, Alhamdulillah akhirnya kami bisa bertemu lagi di Lombok.


Andriana Rahayu Sapta Ningtyas yang biasa di panggil Yayuk adalah sahabat kecilku sejak kami duduk di Bangku SMP Pancasila, Lampung.


Kami selalu duduk sebangku ( saat itu model bangku sekolah adalah bangku panjang, satu bangku bisa untuk 2 - 3 orang.Dan selalu sebangku sampai kami di SMA pun masih sebangku. Karena ketika SMA aku dan Yayukpun masih 1 kelas di kelas IA.


Namun ketika kelas II SMA Yayuk harus pindah ke Lombok. Sejak saat itu hilanglah kabarnya. Karena saat itu HP belum ada. Aku lupa apakah kami selalu berkabar lewat surat , aku sudah tak ingat lagi.


Yang masih ku ingat adalah beberapa tahun terakhir, aku selalu mencari info bagaimana kabar sahabat ku ini.


Sehingga pada suatu hari aku mendapatkan nomor handphonnya.

Sejak saat itulah mulai terjalin lagi komunikasi via HP.


Senang rasanya bisa menjalin silaturahim lagi dari sahabat kecilku.

Kami kadang saling berbagi kabar.


Sampai kami suka saling posting tanaman apa yang ada di rumah kami.

Eh ternyata kami juga punya kesamaan yang sama di tanaman yaitu suka anggrek.


Namun anggrek- anggrek ku kini tinggal kenangan. Tak sempat lagi untuk merawatnya  karena terkadang aku ada urusan pergi beberapa hari.

Walau kadang sudah berpesan kepada orang rumah, tetap kurang kerawat, akhirnya mati.


Kamipun berada di grup yang sama. Dan kadang saling berbagi kabar.


Suatu hari ada Apin ( teman SMA) bertugas ke Lombok, aku menghubungi Yayuk titip minta di belikan perhiasan mutiara. Mutiara perhiasan berbentuk seperti bola merupakan ikon Kota Lombok, ternyata cukup kuat menggoda ( he..he akupun tergoda).


Yang tidak pernah kuduga adalah selain Yayuk menitipkan pesananku ke Apin, ternyata ia memberi aku gelang mutiara. 

Betapa senangnya aku.


Tak pernah terpikir oleh ku jika aku bisa bertemu kembali Sahabat Kecilku.

Rasa harupun bersarang di hati ini, ketika kami berjumpa lagi di Lombok.


Ia mengunjungi aku bersama puterinya yang tubuhnya (mengingatkan Yayuk puluhan tahun yang lalu) dan Suami tercintanya. 


Alhamdulillah aku masih ada waktu karena acara pembukaan Rapat Kerja Nasional Ikatan Guru Indonesia ( Rakornas IGI) akan dilaksanakan malam hari.


"Mau kemana kita Ning" tanya Yayuk kepadaku

"Terserah kamulah mau bawa aku kemana" jawabku.


Akhirnya aku dibawa ke pantai, namun sepi karena di pantai ini ramainya sore. 

Tak apalah pikirku yang penting kami bisa melepaskan kerinduan ditemani suasana laut di Kota Lombok.


Hanya ada beberapa pedagang kecil yang sudah berjualan. Mereka menjual makanan kecil dan minuman.


Ada sesuatu yang menarik perhatianku saat melihat makanan di salah satu warung, yaitu singkong rebus . 

Jika selama ini dan beberapa daerah di Indonesia, jika merebus singkong dikupas kulitnya. Ternyata di Lombok saat merebus dengan kulitnya.


Setelah singkong dicuci , singkong yang besar hanya dipotong, namun jika ada yang kecil langsung di rebus .


Maka ini menjadi pengalaman baruku, makan singkong rebus sambil mengupasnya. Tak henti- hentinya juga aku bertanya pada Yayuk perihal singkong rebus pake kulit ini .


Selesai menikmati udara pantai temu kangen berlanjut ke rumahnya.


Sebetulnya aku ingin di ajak ke Pandai Segigih ( maaf jika salah sebut) , namun karena hari menjelang sore dan aku harus balik ke hotel, karena acara Rakernas akan dimulai, sehingga hanya mampir ke rumah Yayuk.


Jarak rumah sahabatku ini lumayan juga , tetapi tak terasa tiba juga di rumahnya..


Sesampai dirumahnya , walau baru pertama aku ke sini, pemandangannya sudah tak asing. Rumah dengan berbagai tanaman disekitarnya.Karena sebelumnya memang kami suka berkirim foto mengirim tanaman yang ada di rumah. Pas saat itu aku sedang senang- senangnya merawat anggrek.

Jadi saat kumelihat ada pohon sedap malam yang tergantung di pojok kanan atas rumahnya, batinku berbisik " Oh ini bunga sedap malam yang ada di foto".


Tak lama kemudian suguhanpun datang. Santapan khas Lombok, Plecing Kangkung, kudapan yang mirip urap, namun lebih terasa khas rasa sambel terasinya. Dengan potongan lontong yang kenyal, semua habis ku santap.


Awalnya aku agak penasaran apa Sik Plecing Kangkung, oh....ternyata kalau di Jawa seperti urap.


Karena hari sudah menjelang sore, aku harus ke hotel.

Tetapi ternyata karena masih ada waktu, aku diantar ke Toko Mutiara.

Yang awalnya hanya lihat- lihat terpaksa ada yang kebawa juga.

Di sini akhirnya aku membeli Bros Mutiara Air Laut motif Tulip. 

Sengaja milih motif Bunga Tulip, pikirku biar klop. Kemarin di Turkey wa lihat bunga tulip sekarang beli Bros Tulip, hi..hi ..dasar perempuan ada- ada aja maunya. 


Selesai melihat - lihat lanjut ke Hotel Same, tempat berlangsungnya Rapat Kerja Nasional Ikatan Guru Indonesia.


Terima kasih sobat, sudah mau mengantar aku keliling Lombok.

Semoga lain waktu bisa bertemu kembali. Semoga selalu sehat.




Komentar