Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Corona Masih Ada

 Corona Masih Ada By: Sri Wuryaningsih Wajah ceria terpancar pada mereka Saat ada kabar sekolah bisa di buka Semua sibuk menyambut kabar gembira Semua kembali bersiaga Para guru sibuk kembali Karena harus datang pagi Untuk menyambut para siswa- siswi Hingga gelisah menunggu sendiri Di sekolah suasana pagi Guru dan murid berbaris rapi Saling berinteraksi meski tertutupi Namun mata tak dapat dipungkiri Semua gembira karena dapat belajar kembali Menatap sahabat di balik sepi Namun ternyata semua masih dalam ilusi Karena Corona belum pergi. Kini kami harus  ke rumah kembali Belajar dan bermain sendiri Tanpa guru dan teman yang menemani Walau hanya beberapa hari Ku berharap Corona lekas pergi karena kami tak ingin sendiri  Ku ingin tetap bersama lagi Belajar dan bercerita bersama mentari

Senam Bersama MTsN 33 Jakarta Setelah Pandemi

 Senam Bersama MTsN 33 Jakarta Setelah Pandemi By: Sri Wuryaningsih Pagi bersinar dengan cerah.Raja siang dengan bangga duduk di singgasana sambil mengeluarkan kehangatan bagi makhluk di bumi. Semua Siswa dan guru serta tenaga kependidikan MTsN 33 Jakarta berkumpul di lapangan. Eit...bukan mau bikin kerusuhan ya, tetapi kumpulnya kami di sini untuk Senam Sehat. Setelah hampir dua tahun belajar dan bekerja dari rumah , ini adalah hari pertama kami diperbolehkan senam bersama. Setelah pukul 06.30 bel berbunyi, semua murid dan warga sekolah menuju ke lapangan. Walau ada sebagian siswa yang harus diingatkan berulang-ulang baru ke lapangan. Semua berbaris dengan rapi setelah instruktur sekaligus guru , Bapak Asmawi memimpin barisan. Semua menempati posisi masing- masing. Para siswa di depan menghadap Panggung Sekolah , para guru,Bu Sri Is, Bu Etti, Bu Mukaromah, Bu Chus, Bu Efi, Bu Satima,Bu Bedah, Bu Ermei  dan Aku ( Sri Wur) serta Kamad Ibu Nining serta Bu Indah di belakang. Pak ...

Jika...Maka..

 Jika.... Maka.,. By : Sri Wuryaningsih Jika Bumi adalah puisi langit  Maka Engkau adalah matahariku Jika gelombang adalah bunga lautan Maka engkau adalah energi pendorong kemajuan Jika angin adalah puisi bumi maka engkaulah inspirasiku Jika hujan adalah curahan hatimu maka kreasi adalah suatu karya Jika daun adalah puisi angin Maka tulisan adalah curahan jiwa Jika diam adalah bahasamu maka tulisan adalah suatu ungkapan Jika tumbuhan adalah ungkapan alam maka kisah adalah luapan jiwa Jika not adalah susunan nada maka lagu adalah ungkapan perasaan Jika masalah adalah suatu kekuatan maka jiwa adalah kelapangan dan keikhlasan Jika air mata adalah ungkapan jiwa maka perasaan adalah sebuah anugerah Jika angan adalah mimpimu maka kerja keras adalah usahamu Jika kejujuran adalah suatu kebaikan maka akhlak mulia adalah kewajiban Jika keikhlasan adalah ketulusan maka bagimu adalah ganjaran Jika esok adalah masa depan maka kegigihan adalah ketekunan Jika jarak adalah suatu penghalang ma...

Antara Gembira dan Duka

 Antara Gembira dan Duka By: Sri Wuryaningsih Hari ini aku bahagia dan juga sedih. Bahagia karena kedatangan tamu orang tua murid yang silaturahim ke rumah. Mereka berkunjung karena ingin menjenguk putriku yang baru saja sembuh setelah empat belas hari di rawat.  Sebenarnya mereka tidak perlu ke rumah di samping rumahku jauh , putriku juga sudah sehat. Tetapi mereka tetap ingin silaturahim. Ya sudah aku tidak bisa melarang. Akhirnya dengan mengendarai sepeda motor mereka tiba di rumahku. Ada Ma Zaky, Ma Akbar, Ma Fadel, dan Ma Nisrina. Namun sebelum kedatangan mereka ternyata aku dapat kejutan , seorang saudaraku Ermeilinda tiba- tiba nelpon. "Bu Sri , saya sudah dipertigaan , rumah ibu kemana". Wah saya juga bingung, karena saya juga kurang paham dengan  pertigaan  yang dimaksud. Senangnya hatiku karena dapat berkumpul dengan mereka ,karena di sekolah tidak bisa leluasa , mungkin karena mereka juga buru- buru dan aku di tunggu beberapa tugas.  Di tengah kebahag...

Merdunya Tiupan Simponi

 Merdunya Tiupan Simponi By: Sri Wuryaningsih Aku tak pandai berpuisi Untuk menyibak suatu arti Dan memecah misteri Dalam sebuah isyarat yang terjadi Ku berharap semua adalah mimpi Yang hadir menemani jiwa terisolasi Mengembara dalam genggaman Ilahi Sampai batas waktu dia kembali Semua yang terjadi menguap bersama pagi Dengan kicauan murai seruni Bersama merdunya tiupan Simponi Dan harum melati Aku ingin kau kembali tersenyum bersama pagi Bertepuk dan bergembira bersama wangi surgawi Mengukir malam dalam sunyi Mengisi pagi dengan prestasi Lihatlah di sana rembulan tersenyum berseri Melambai dan menari lagi Dia ingin kau  bangun dan kembali Menghias dan mengukir kembali Sejuta kreasi Depok, 5 Januari 2022