Merdunya Tiupan Simponi

 Merdunya Tiupan Simponi


By: Sri Wuryaningsih


Aku tak pandai berpuisi

Untuk menyibak suatu arti

Dan memecah misteri

Dalam sebuah isyarat yang terjadi


Ku berharap semua adalah mimpi

Yang hadir menemani jiwa terisolasi

Mengembara dalam genggaman Ilahi

Sampai batas waktu dia kembali


Semua yang terjadi menguap bersama pagi

Dengan kicauan murai seruni

Bersama merdunya tiupan Simponi

Dan harum melati


Aku ingin kau kembali tersenyum bersama pagi

Bertepuk dan bergembira bersama wangi surgawi

Mengukir malam dalam sunyi

Mengisi pagi dengan prestasi


Lihatlah di sana rembulan tersenyum berseri

Melambai dan menari lagi

Dia ingin kau  bangun dan kembali

Menghias dan mengukir kembali

Sejuta kreasi



Depok, 5 Januari 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum