Sawahku Tak Lagi Tersenyum

 Sawahku Tak Lagi Tersenyum 

( Sri Wuryaningsih )










Gemericik air bukan lagi nyanyian pagi

Tak ada lagi lambaian padi ygg

menyambut Sang Penguasa pagi


Permadani hijau tak terbentang lagi

Aroma semerbak padipun telah pergi 

Hanya tersisa rumput liar menggeroti setiap sudut kesuburan tanah ciptaan Illahi


Tak ada lagi kicauan Pipit menyerang padi

Tak ada lagi riuh rendah petani menuai padi dengan ani- Ani

Tak ada lagi gelak tawa petani pulang membawa sejuta harapan 


Sungai tak lagi mengairi sawah

Airnya tak sebening kaca

Telah berubah menjadi coklat atau hitam legam

Airnya pun mengalir entah pergi kemana 


Tak ada lagi 


bocah bersiul sambil memikul padi hasil panen mereka 


Sawahku kini 

tak lagi tersenyum




Depok, 23 Oktober 25 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Fatamorgana Kesunyian