Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Kebersamaan Yang di Rindu

 Kebersamaan Yang di Rindu By : Sri Wuryaningsih Tidak terasa sudah pukul 09.55,berarti tugas mengajar sudah selesai . Hampir saja aku lupa jika ada janji ingin bertemu temen . Segera ku kemasi perlengkapan mengajar, laptop,pena tab, dan beberapa buku penunjang. Sebelum meluncur ke Condet menemui  Bu Endang ,aku mampir ke MTsN 4 Jakarta, salah satu tempat aku mengajar.  Di sini aku baru empat tahun, tetapi aku mencintai tempat ini dengan teman dan para siswa yang beragam. Motor meluncur dengan nyantai melewati kendaraan yang sedang melintas. Dari balik punggung suami kadang ku perhatikan setiap kendaraan yang meluncur . Bersama suami, menyusuri jalan Simatupang menuju Condet sangat mengasyikkan, sambil melihat pemandangan sepanjang jalan. Kadang melewati taman jalan kadang gedung-gedung yang padat berjejer. Sekolah Global Islami School adalah tempat yang akan ku tuju. Walau pernah berkunjung, tetap minta bantuan Map, takut salah. Ku buka Google Map, untuk mengetahui aplik...

Kita Bebas Berekspresi

 Kita Bebas Berekspresi By: Sri Wuryaningsih Kok jadi suka dengan puisi Telelet Terasa semakin lengket Walau tidak serame super market Bisa dengan bebas berekspresi Tanpa harus merasa diintimidasi Seperti dikejar-kejar polisi Yang sedang mencari amunisi Puisi adalah ungkapan hati Yang lahir tanpa tersakiti Bagai sinar yang tak terhenti Menjadi curhatan jiwa dalam pedati Bebas bicara tanpa henti Walau mudah untuk berekspresi Semua itu anugerah Ilahi Yang selalu menemani Baik jiwa maupun jasmani Terus bersyukur tanpa henti sampai jiwa izin pergi Hidup adalah sebuah perjalanan Semua akan singgah dipenantian Butuh bekal dan persiapan yang nanti dibutuhkan Berupa amal dan kebaikan Gunakan sisa jiwa yang tertinggal dengan untaian doa dan amal sebagai simpanan bekal agar kelak tak tertinggal menuju kehadapan Sang Penguasa tanpa harus berputus asa dengan senyum yang luar biasa Depok, 26 Oktober 21

Pahlawan Pencerah Pendidikan

 Pahlawan Pencerah Pendidikan By. Sri Wuryaningsih Malam sudah semakin sepi , waktu menunjukkan pukul 22.55. Burung malam mulai bersuara, mengiringi malam yang semakin dingin. Mata sudah terasa berat menahan kantuk yang yang teramat sangat. Ku coba melawannya Karena harus ku lihat halaman demi halaman pekerjaan siswa . Di masa pandemi semua pekerjaan harus di kerjakan sendiri.sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk memeriksa tugas mereka. Jika ada yang belum benar ,satu demi satu pekerjaan mereka harus dikomentari agar mereka paham dan memperbaiki. Di masa luring pen-score-an dapat di bantu oleh para siswa . Tetapi saat Pandemi seperti ini harus guru yang turun tangan sendiri. Jika tidak peduli bisa saja tugas mereka hanya ku lihat langsung di beri nilai yang penting mereka sudah mengumpulkan. Tetapi bukan ini tujuan penilaian.Penilaian mempunyai tujuan sebesar apa daya serap para siswa menerima materi yang diajarkan. Dan sebagai koreksi guru untuk mengetahui apa kendala dalam p...

Jeritan Hati

 Jeritan Hati By. Sri Wuryaningsih Ingin rasanya ku muntahkan semua  Agar menjadi suatu yang berharga Namun kadang dada mendadak tak berdaya Di sini aku berdiri di balik rerumputan Begitu luas alam membentang di hadapan Merah,kuning ,hijau dan biru bagai lukisan Sangat indah menawan Satu demi satu tersalurkan Demi membangun negeri yang aman Meski harus berlari mengusir awan  Yang menutup cakrawala pandangan Sampai semua jelas transparan Ku coba mencari solusi agar semua terlampaui Berbagai cara di ekplorasi Agar nyaman di rasa anak negeri Walau harus terus berganti Dengan berbagai inspirasi dan berbagai obsesi Sampai akhirnya terlewati Semua penghambat diri Untuk mencapai puncak hati Yang akan menjadi pengganti Di setiap langkah esok pagi Yang akan menjadi saksi  Suatu saat nanti tanpa harus menyakiti Semua yang terlewati Walau tanpa jabat tangan ini Sang Pencipta menjadi saksi Agar semua teratasi Tanpa bekas pena teramputasi Depok, 23 Oktober 21

Kita Butuh Solusi

 Kita Butuh  Solusi By: Sri Wuryaningsih Menjadi guru mungkin cita-citamu Agar dapat memberi ilmu Walau harus pergi jauh ke hulu Kerja keras tanpa batas Berbekal Pena dan setumpuk kertas Mencoba berjuang dengan keras Walau dana terbatas Kini tujuan telah tercapai Berdiri di muka kelas sampai usai Bersama jiwa yang tak lunglai Agar dapat bersama mengusir badai Yang melanda negeri yang hampir landai Namun kini masa telah berganti Kau tak lagi berdiri di hadapan hati Sampai covid terkurung dalam peti Agar mereka juga mengerti Semua butuh solusi dan empati Agar negeri bebas berbekal Pati Zoom dan gmeet makanan tiap hari Pulsa dan kuota menjadi dana tersendiri Semua harus tidak bisa dipungkiri Agar pendidikan dapat berdiri Sampai negeri ini bebas berlari Berbagai upaya dicoba  Agar siswa tanpa kendala Tetap mendapatkan hak dan bahagia Hingga tercapai cita-cita Semua harus samakan persepsi Agar  negeri punya solusi menggapai inspirasi Depok, 22 Oktober 2022

Tulisan Adalah Induk Peradaban Dunia

 Tulisan adalah Induk Peradaban Dunia. By. Sri Wuryaningsih Menulis bukan suatu pekerjaan yang sulit , karena tak butuh ruang dan waktu. Menulis hanya butuh kemauan dan tekad. Jangan kau berpikir tentang tulisanmu bagaimana. Tetap menulis lah, karena sekecil apapun tulisanmu akan bermanfaat bagi orang lain.Setiap orang memerlukan info yang berbeda. Nah barangkali tulisanmu berguna bagi seseorang. Setiap detiknya manusia selalu bisa mencatat apa yang terjadi atau sesuatu yang menjadi angan- angannya. Jangan pernah ragu untuk menuangkan itu ke dalam goresan pena. Ilmu berkembang dan kita bisa menjadi orang hebat atau menjadi mengerti. Karena adanya karya- karya orang terdahulu yang telah memindahkan buah pikiran mereka ke dalam tulisan. Bayangkan jika mereka tidak pernah menuangkan karya itu ke dalam Bahasa Pena. Maka musnahlah sebuah Peradaban. Dengan tulisan kita bisa mengetahui peradaban dunia, sejarah dunia dan semua kejadian di dunia dari masa lampau hingga masa kini. Perkembang...

Idul Fitri di Masa Pandemi

Oleh : Sri Wuryaningsih g Kamis, 13 Mei 2021 adalah Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1442 H. Ini adalah lebaran kedua sejak dunia di Landa Covid 19. Tahun ini in syaa Allah Covid 19 mulai landai sehingga di buka Sholat Idul Fitri di lapangan, dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan. Di tempat tinggalku pelaksanaan Sholat Ied di adakan di halaman  masjid. Seperti biasa jika Sholat Ied jamaah membludak sampai ke jalan raya. Banyak jamaah yang membawa tikar atau alas sholat lainnfya, karena tikar yang disediakan Panitia tidak mencukupi. Semua jamaah menggunakan masker, namun sebagian tidak jaga jarak. Ada yang sedikit beda di Sholat Ied tahun ini. Jika Hari Raya identik dengan baju baru , mukena baru, saat ini saya perhatikan , mereka cukup mengenakan yang ada saja. Covid 19 sangat berdampak di dunia ekonomi, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari itu sudah bagus. Sekitar pukul 07.00 WIB sholat di mulai , semua jamaah tenggelam dalam keheningan. Suara imam membacakan Surat ,...

Penilaian Akhir Tahun di Masa Pandemi Corona

Oleh : Sri Wuryaningsih Ini adalah PAT kedua semenjak wabah Corona .  PAT tetap dilaksanakan secara daring. Sejak awal terbentuknya SK Panitia , Panitia sudah bergerak dengan rapat , rapat dan rapat..ha..ha... Jangan berpikir PAT durung lebih santai. Tidak....justru sebaliknya. Akan banyak yang dikerjakan. Rapat awal terpaksa harus offline, untuk menyamakan persepsi. Selanjutnya rapat kesiapan untuk menentukan kesiapaan dewan guru dalam pembuatan soal. Juga penentuan siapa yang menjadi host, karena PAT di laksanakan lewat zoom dan Elearning Madrasah. Aplikasi yang sudah di siapkan oleh Kementerian Agama. Zoom diperlukan untuk memantau kejujuran siswa, elearning sebagai wadah soal para siswa. Cukup sibuk tugas Panitia. Host Host harus sudah membuka pintu Zoom pagi- pagi, kemudian. Harus mem- break out para peserta dan pengawas  untuk pergi ke ruang masing- masing sesuai ketentuan. Ruang terbagi 10, Ruang 1- 5 untuk kelas 7 . Ruang 6-10 untuk kelas 8. Pokoknya seru deh yang menj...

Tujuh belas Agustus di Masa Pandemi

  17 Agustus 2021 tahun ini adalah peringatan kedua secara daring di masa Pandemi. Covid-19 belum pergi 100 %. Sehingga Upacara Bendera dan kegiatan tetep di lakukan dari rumah atau daring. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-76 dan Peringatan 10 Muharam 1443 H, dan untuk membuat suasana Pandemi yang berbeda ( karena biasanya murid hanya belajar dan belajar), maka untuk kali ini MTsN 33 Jakarta mengadakan lomba secara virtual. Selesai rapat wali kelas bergerilya mengajak para siswa untuk berpartisipasi dalam lomba. Ada enam mata lomba 1.Murotal 2. Pidato ( Peran Ulama Dalam Kemerdekaan) 3. Wajah mirip Pahlawan. 4. Vokal (Hari Merdeka) 5.Sholawat bebas 6.Tiktok Semua kelas wajib mengirim perwakilan untuk mengikuti lomba. Semua lomba di laksanakan secara daring. Walau pun daring ga kalah serunya dengan luring. Para peserta tampil satu - satu dan di seberang sana ada juri yang memberi komentar kepada para peserta. Persaingan para peserta cukup ketat, anak- anak yang awalnya agak susah...

Jika Wanita Sudah Jatuh Cinta

By : Sri Wuryaningsih Jika wanita suka bunga itu hal yang wajar. Karena wanita suka keindahan. Demikian dengan aku, akupun menyukai yang namanya bunga, maklum indah ciptaan Allah ini menjadi  tambatan jiwaku . Selain sebagai penghias rumah agar cantik dan enak di pandang mata. Menanam bunga juga akan mengurangi pemanasan global yang tejadi saat ini. Seperti tanaman lainnya bungapun pada siang hari akan mengeluarkan oksigen sebagai hasil fotosintesis. Awalnya aku menyukai mawar, bunga cantik yang harum dengan aneka warna yang menawan, merah, kuning, orange,putih, pink , dan sebagainya. Sehingga jika ada waktu senggang dan kantong longgar ,sepulang ngajar ,aku akan mampir ke Lapak Bunga yang banyak di pinggir jalan. Jika ada warna yang belum ku miliki ku berusaha mencari dan menambah koleksi. Sampai- sampai saat aku sedang ke Yogyakarta  , mawarpun menjadi incaranku. Namun ...mungkin karena kurang dalam perawatan , akhirnya bunga- bunga itu entah tak ada lagi wujudnya. Akhirnya ...

Sosialisasi PTM MTsN 33 Jakarta.

By: Sri Wuryaningsih MTsN  33 Jakarta merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka terbatas di antara 23 madrasah yang terpilih. Sebagai bekal untuk persiapan Pembelajaran Tatap Muka terbatas, kami mengundang orang tua murid melalui zoom meeting. Zoom dihadiri oleh 348 peserta . Dengan Host Siti Jubaedah . Setelah di buka oleh host acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Madrasah Dra. Nining Sumarni. Dalam sambutanya Nining  Sumarni menjelaskan bahwa MTsN 33 Jakarta termasuk madrasah yang di tunjuk sebagai salah satu Madrasah yang dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka terbatas dari 23 Madrasah yang terpilih.Hal ini sangat membahagiakan , karena memang kita sudah sangat rindu sekolah setelah satu tahun setengah PJJ. Kendati keadaan sudah melandai dari covid -19 namun tetap wajib menjalankan 5 M. Menggunakan masker, mencuci tangan di air yang mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi. Acara berlanjut d...

Hari Pertama Masuk Sekolah

By. Sri Wuryaningsih Eit... Jangan bayangin mereka anak baru ya, seperti awal Tahun Ajaran Baru. Hari pertama masuk sekolah yang akan saya ceritakan adalah hari pertama masuk sekolah setelah mereka belajar dari rumah karena Pandemi Covid-19. Selama Pandemi semua aktifitas harus dilakukan dari rumah. Belajar, mengaji dan ibadah semua harus dari rumah. Jika terpaksa keluar harus menggunakan masker, hindari kontak dengan sesama dan jauhi kerumunan. Tapi hari ini Senin, 30 Agustus 2021 adalah hari pertama mereka kembali ke sekolah, walau baru 50% yang boleh hadir. Ke bayang ga sik kalau mereka tuh tadi pagi da sibuk banget, bahkan mungkin sudah sibuk dari semalam. Karena yang biasanya saat PJJ mereka bisa nyantai, mungkin jam  06.00 masih berkeredong selimut, sehabis Sholat Subuh balik melingker kayak uler yang di atas tiker. Bukan hanya siswa yang sibuk dan heboh, gurupun tak kalah hebohnya. Karena harus bersiap-siap dari malam, agar tidak telat tiba di sekolah. Dari malam harus sudah...

Catatanku Untuk Gernas Tastaka

  By: Sri Wuryaningsih Wabah Covid-19 menjadi penyebab saya tidak pernah   mengikuti agenda Gernas Tastaka ( Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika) . Hari ini adalah hari pertama saya mengikuti acara Gernas Tastaka lewat zoom. Gernas Tastaka adalah gerakan yang menjadi pendobrak bagi Kami para guru Matematika atau Guru Sekolah Dasar, untuk dapat menanamkan konsep-konsep Nalar dan Konstektual dalam mempelajari Matematika, sehingga Matematika dapat menjadi pelajaran yang mudah dan menyenangkan. Hari ini merupakan hari Prosesi Peluncuran Gernas Tastaka di 74 Kabupaten.Dengan tema " Belajar Matematika Bernalar dan Konstektual" Pada kesempatan ini Bapak Asrul San berpesan agar kegiatan Gernas Tastaka tidak berhenti sampai di sini, tetapi beliau berharap semoga kegiatan ini akan terus berdampak. Senang sekali saya berjumpa dengan para mentor dan Bapak Ibu guru seluruh Nusantara. Panitia juga menyajikan video kegiatan  Gernas dari berbagai daerah. Video yang bagus ...

Kisah Bulan Purnama

  By : Sri Wuryaningsih Malam itu bulan bersinar dengan terang  Udara malam terasa sejuk dan angin malam dengan genit menggelitik pori- pori menusuk sampai ke ujung kaki.Sepoian angin yang berbisik di balik dedaunan itu tidak mengurangi untuk mendengarkan Bapak bercerita. Saya  ambil tikar lalu di gelar di atas permadani hijau hasil perjuangan setelah beberapa tahun. Ya rumput di halaman rumah tumbuh subur bak permadani. Rumput Jepang itu Saya minta dari tetangga ketika pertama kali keluarga kami pindah ke Lampung. Usia Saya saat itu (1980) baru berusia 13 tahun. Bapak memutuskan kami transmigrasi ke Lampung. Demi merubah nasib menjadi lebih baik. Saya menjunjung bibit Rumput Jepang yang masih mengandung tanah, agar tidak mati maka harus di angkat dengan tanah. Setelah beberapa tahun rumput itu tumbuh subur, bak permadani hijau terbentang di hamparan tanah berukuran kurang lebih 6 m x 8m. Malam itu bapak berkata, " Ning coba kamu perhatikan , di bulan itu ada gambar apa" ...

Cahaya Itu Kembali'

 Akhirnya Cahaya Itu Kembali. By : Sri Wuryaningsih Amira tercengang saat ia melihat ada sosok  yang selama ini ia lupakan hadir di tempat kerjanya . Ia menggosok- gosok matanya, ini mimpi ga ya. Kenapa aku melihat Pras ada  di sini,di kantor yang sudah delapan tahun menemani setiap langkah untuk melupakan mu Pras. Tetapi mengapa tiba-tiba kau hadir, menguak luka yang hampir sembuh. "Mir.... maafkan aku , seperti nya kita tak bisa melanjutkan hubungan ini" begitu kalimat yang meluncur saat itu. "Kenapa Mas..., apa salahku, aku begitu mencintaimu. Engkau adalah satu- satunya pemuda pertama yang telah membuka pintu hatiku. Selama ini aku belum pernah jatuh cinta. Aku belum pernah mengerti apa itu cinta. Engkau orang pertama yang telah merubah hidupku. Bahkan aku ingin kita bisa hidup selamanya sampai nanti.Setelah kita cukup lama menjalin hubungan,namun mengapa tiba- tiba kamu berkata seperti ini." Namun Pras.... Prasetyo Admaja , pemuda idamanku , tidak bisa mengelak...