Penilaian Akhir Tahun di Masa Pandemi Corona



Oleh : Sri Wuryaningsih



Ini adalah PAT kedua semenjak wabah Corona . 

PAT tetap dilaksanakan secara daring.


Sejak awal terbentuknya SK Panitia , Panitia sudah bergerak dengan rapat , rapat dan rapat..ha..ha...

Jangan berpikir PAT durung lebih santai. Tidak....justru sebaliknya. Akan banyak yang dikerjakan.


Rapat awal terpaksa harus offline, untuk menyamakan persepsi.


Selanjutnya rapat kesiapan untuk menentukan kesiapaan dewan guru dalam pembuatan soal. Juga penentuan siapa yang menjadi host, karena PAT di laksanakan lewat zoom dan Elearning Madrasah. Aplikasi yang sudah di siapkan oleh Kementerian Agama.


Zoom diperlukan untuk memantau kejujuran siswa, elearning sebagai wadah soal para siswa.


Cukup sibuk tugas Panitia.

Host

Host harus sudah membuka pintu Zoom pagi- pagi, kemudian. Harus mem- break out para peserta dan pengawas  untuk pergi ke ruang masing- masing sesuai ketentuan.

Ruang terbagi 10, Ruang 1- 5 untuk kelas 7 . Ruang 6-10 untuk kelas 8.

Pokoknya seru deh yang menjadi host ia harus melempar para peserta dan pengawas ke setiap ruang.

Jadi Ingan film Lorong Waktu, yang di perankan oleh Dedy Mizwar, sekitar tahun...( Wah lupa..ha .ha..) dimana ia bisa mengirim seseorang ke zaman yang akan datang.

Jika saat itu hanya sebatas film ternyata saat ini, karena kecanggihan teknologi sudah menjadi kenyataan.


Sebelum soal di distribusikan ke peserta ujian PAT ( Penilaian Akhir Tahun), ada petugas khusus yang harus mengecek kelengkapan soal, meliputi waktu, jumlah soal, skor. Pokoknya lumayan sibuk deh semuanya. Bukan hanya panitia saja, pengawas dan guru juga sibuk.


Guru harus membuat soal di Elearning, jika saat luring cukup mengetik  lalu setor ke panitia ( mungkin hanya panitia yang agak sibuk) , tetapi saat luring guru juga lumayan sibuk .

Sebab ia bukan hanya sekedar mengetik tetapi juga harus menguasai teknik mengambil gambar, meng-upload juga meng- share soal. Dan saat mengawas ia harus mondar- mandir mengecek siapa siswa yang belum hadir, dan ini butuh waktu serta keahlian buka tutup jendela di komputer.


Absen Panitia ,Pengawas dan Peserta dilakukan dengan Google Form.

Panitia yang bertugas membuat kelengkapan absenpun lumayan sibuk. Ia harus membuat absen per mata pe LKH ajaran, agar dapat dengan mudah melacak siapa yang belum absen . 

Sehingga dalam pembuatan form tidak bisa di paste saja.


Saat luring absen cukup diedarkan dan siswa langsung mengisi.Tetapi.saat daring , masih ada beberapa siswa yang harus diingatkan untuk mengisi daftar hadir.


Beda saat luring , panitia cukup membuat satu master lalu di foto copi.


Pengawas dan Walas harus bolak balik membuka jendela soal, zoom dan tidak boleh bosan mengingatkan peserta untuk mengisi daftar hadir.


Setiap ada kesusahan pasti ada kemudahan.

Tidak semua pelaksanaan PAT Daring berisi kesulitan.Banyak juga keuntungannya.

Seperti guru tidak harus koreksi , karena jawaban peserta langsung terbaca oleh sistem.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum