Kita Bebas Berekspresi

 Kita Bebas Berekspresi


By: Sri Wuryaningsih



Kok jadi suka dengan puisi Telelet

Terasa semakin lengket

Walau tidak serame super market


Bisa dengan bebas berekspresi

Tanpa harus merasa diintimidasi

Seperti dikejar-kejar polisi

Yang sedang mencari amunisi


Puisi adalah ungkapan hati

Yang lahir tanpa tersakiti

Bagai sinar yang tak terhenti

Menjadi curhatan jiwa dalam pedati

Bebas bicara tanpa henti


Walau mudah untuk berekspresi

Semua itu anugerah Ilahi

Yang selalu menemani

Baik jiwa maupun jasmani

Terus bersyukur tanpa henti

sampai jiwa izin pergi


Hidup adalah sebuah perjalanan

Semua akan singgah dipenantian

Butuh bekal dan persiapan

yang nanti dibutuhkan

Berupa amal dan kebaikan


Gunakan sisa jiwa yang tertinggal

dengan untaian doa dan amal

sebagai simpanan bekal

agar kelak tak tertinggal


menuju kehadapan Sang Penguasa

tanpa harus berputus asa

dengan senyum yang luar biasa



Depok, 26 Oktober 21

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum