Jika Wanita Sudah Jatuh Cinta
By : Sri Wuryaningsih
Jika wanita suka bunga itu hal yang wajar. Karena wanita suka keindahan.
Demikian dengan aku, akupun menyukai yang namanya bunga, maklum indah ciptaan Allah ini menjadi tambatan jiwaku .
Selain sebagai penghias rumah agar cantik dan enak di pandang mata. Menanam bunga juga akan mengurangi pemanasan global yang tejadi saat ini. Seperti tanaman lainnya bungapun pada siang hari akan mengeluarkan oksigen sebagai hasil fotosintesis.
Awalnya aku menyukai mawar, bunga cantik yang harum dengan aneka warna yang menawan, merah, kuning, orange,putih, pink , dan sebagainya.
Sehingga jika ada waktu senggang dan kantong longgar ,sepulang ngajar ,aku akan mampir ke Lapak Bunga yang banyak di pinggir jalan.
Jika ada warna yang belum ku miliki ku berusaha mencari dan menambah koleksi. Sampai- sampai saat aku sedang ke Yogyakarta , mawarpun menjadi incaranku.
Namun ...mungkin karena kurang dalam perawatan , akhirnya bunga- bunga itu entah tak ada lagi wujudnya.
Akhirnya aku beralih ke anggrek, awal ku menyukai saja, dan hanya membeli namun kubiarkan tergeletak di depan rumah ku yang sempit.
Seperti mawar ,akhirnya angggrekpun mati. Sampai anak- anak protes, ' Ummi udah deh ,ga usah beli bunga lagi,orang ga di urusin"
" Ya...kapan ummi mau ngurusin pulang kerja aja dah sore".
Beberapa tahun rumah ku gersang tanpa pepohonan kecuali sebuah pohon jambu yang menjadi pelindung matahari di siang hari.
Pohon jambu yang tumbuh di halaman rumah lumayan sedikit melindungi sinar matahari yang masuk, karena rumahku menghadap ke Barat, jika tidak ada pohon jambu ,terasa sekali sengatan sinar matahari.
Setiap pulang kerja ,aku selalu melihat rumah Pak RT yang asri karena dikelilingi beraneka tanaman .
Terinspirasi dari rumah RT, aku pun mulai kembali membeli tanaman untuk menghijaukan halaman kecilku.
Rumahkupun kembali asri , sejuk rasa ya melihat hijau dedaunan yang tumbuh.
Entah kenapa , kok saya berpikir untuk mengganti tanaman itu dengan anggrek. Karena saya berpikir angggrek itu tanaman yang bisa di tanam tanpa tanah, jadi cocok untuk halaman rumah ku yang sangat kecil, karena angggrek bisa ku tempelkan di dinding yang ada di sekitar rumah, walau itu dinding tetangga, tentunya dengan izin ya...ha..ha
Sejak itu aku sudah tidak lagi membeli tanaman anggrek.
Oh iya aku ingat kenapa aku kembali menanam anggrek.
Bermula dari tanaman anggrek pemberian murid ku ( murid SMP ku).
Di tempat ia bekerja selalu membeli angggrek yang dalam waktu berkala , angggrek- angggrek itu selalu diganti.Sementara pohon Anggrek yang tinggal daun hanya tergeletak di belakang kantor. Akhirnya tanaman tesebut diberikan ke saya.
Berapa bulan dirawat, angggrek tersebut berbunga, angggrek bulan berwarna putih yang anggun.
Akhirnya aku selalu berpesan , jika ada pohon lagi , ibu mau..ha..ha...
Untuk menambah koleksi angggrek- angrek ,akupun harus merogoh kocek agak dalam .
Anggrek pertama yang ku beli saat kedua kecintaan ku pada angggrek tumbuh kembalib adalah saat menjelang Idul Fitri sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu. Aku membeli tiga dendrobium, diantara ketiga angggrek itu hanya satu yang sempat berbunga lagi. Sejak itu kecintaanku pada anggrek dapat di bilang melampaui batas, walau ada beberapa yang mati karena menanam anggrek susah- susah gampang.
Sedikit demi sedikit koleksi angggrekku bertambah, karena setiap aku pergi ke suatu tempat, angggrek adalah catatan pertama yang harus ku bawa pulang.
Saat yang lain asyik bersuka ria , aku menghilang ,cari ojek , hunting ke tempat angggrek, ya walau tidak sedikit kocek yang keluar, tetapi begitulah kalau sudah jatuh cinta.
Perawatan yang lumayan melatih kesabaran, membuat ku semakin tertantang untuk memiliki kebun Anggrek yang bagus. Tanaman Anggrek memang sedikit manja ia perlu elusan dan cinta dari tuannya.
Mereka butuh waktu lama untuk tumbuh jika belum paham. Tetap jika sudah paham
, In syaa Allah gampang suburnya.
Suatu kebahagiaan tersendiri ketika melihat mereka tumbuh tunas, berdaun. Rasa syukur kepada Allah karena mereka tumbuh.
Sampai pernah terucap oleh ku" Menanam singkong tumbuh tunas kayaknya biasa saja, tapi anggrek , ya Allah...tumbuh tunas sepertinya senang sekali dan bersyukur.
Berusaha agar angggrek- Anggrek ku subur, ku harus banyak belajar, terutama dari YouTube.
Alhamdulillah kini angggrek- anggrek mulai subur dan banyak tunas yang bermunculan.
Ketika Pandemi banyak emak- emak yang tergila-gila dengan tanaman lompong yang naik daun
, Cintaku tak berpaling, aku tetap hunting angggrek.
Ku berharap semoga tanaman anggrek - angggrek ku membawa berkah, Aamiin🤲🤲🤲
Komentar
Posting Komentar