Hari Pertama Masuk Sekolah
By. Sri Wuryaningsih
Eit... Jangan bayangin mereka anak baru ya, seperti awal Tahun Ajaran Baru.
Hari pertama masuk sekolah yang akan saya ceritakan adalah hari pertama masuk sekolah setelah mereka belajar dari rumah karena Pandemi Covid-19.
Selama Pandemi semua aktifitas harus dilakukan dari rumah. Belajar, mengaji dan ibadah semua harus dari rumah. Jika terpaksa keluar harus menggunakan masker, hindari kontak dengan sesama dan jauhi kerumunan.
Tapi hari ini Senin, 30 Agustus 2021 adalah hari pertama mereka kembali ke sekolah, walau baru 50% yang boleh hadir.
Ke bayang ga sik kalau mereka tuh tadi pagi da sibuk banget, bahkan mungkin sudah sibuk dari semalam.
Karena yang biasanya saat PJJ mereka bisa nyantai, mungkin jam 06.00 masih berkeredong selimut, sehabis Sholat Subuh balik melingker kayak uler yang di atas tiker.
Bukan hanya siswa yang sibuk dan heboh, gurupun tak kalah hebohnya. Karena harus bersiap-siap dari malam, agar tidak telat tiba di sekolah.
Dari malam harus sudah merapikan rumah, menyiapkan seragam yang sudah mulai mengecil kelamaan di lemari ha..ha..
Ada yang lupa dimana menaruh sepatu , tas masih bagus ga karena kelamaan tidak di raba pemiliknya.
Aduh spidol sudah kering atau belum.
Bagaimana nih rasanya besok bertemu para siswa, rasanya seperti menari- nari kembali bagaimana perasaan saat pertama harus berdiri di depan pasangan mata yang melihatnya.
Pukul 06.00 mereka sudah tiba di sekolah. Ada yang berbeda pada saat pertama masuk sekolah hari ini. Jika biasanya mereka di sambut guru- guru dengan senyum dan cium tangan. Hari ini tidak. Saat masuk mereka harus tes suhu, tas dan sepatu di semprot disinspektan lalu mereka harus cuci tangan. Dari rumah mereka juga harus menggunakan masker.
Tak ada Sendau gurau dan ngobrol- ngobrol. Walau sudah sekolah masih tetep menjaga Protokol Kesehatan.
Di kelas kami masih harus jaga jarak. Kami duduk dengan rapi saat mendengarkan Bapak/ibu Guru bercerita melepas rindu di tengah- tengah materi yang di sampaikan.
Suasana terasa hangat karena Bapak/ Ibu guru membawa mereka bahagia dan senang.
Para siswa merasa senang karena bisa kembali ke sekolah, walau belum bisa normal.
Waktu belajar yang di hanya dilakukan tiga jam dua puluh menit tanpa terasa terlewat. Mereka harus pulang dengan melewati anak tangga yang sudah di atur mana jalur datang dan mana jalur pulang,dengan tanda panah hijau jalur datang dan panah merah jalur pulang.
Para orang tua sudah menunggu di gerbang sekolah.Orang tua yang menjemputpun harus bergantian, agar tidak ada menumpukan massa.
Semoga ini merupakan awal keadaan yang baik. Awal munculnya kembali sinar - sinar kebahagiaan mereka dan kebebasan mereka dalam berekspresi serta berkarya.
Semoga Pandemi ini segera musnah dari muka bumi.
Komentar
Posting Komentar