Cahaya Itu Kembali'

 Akhirnya Cahaya Itu Kembali.


By : Sri Wuryaningsih


Amira tercengang saat ia melihat ada sosok  yang selama ini ia lupakan hadir di tempat kerjanya .


Ia menggosok- gosok matanya, ini mimpi ga ya. Kenapa aku melihat Pras ada

 di sini,di kantor yang sudah delapan tahun menemani setiap langkah untuk melupakan mu Pras.


Tetapi mengapa tiba-tiba kau hadir, menguak luka yang hampir sembuh.


"Mir.... maafkan aku , seperti nya kita tak bisa melanjutkan hubungan ini" begitu kalimat yang meluncur saat itu.


"Kenapa Mas..., apa salahku, aku begitu mencintaimu. Engkau adalah satu- satunya pemuda pertama yang telah membuka pintu hatiku.

Selama ini aku belum pernah jatuh cinta. Aku belum pernah mengerti apa itu cinta. Engkau orang pertama yang telah merubah hidupku. Bahkan aku ingin kita bisa hidup selamanya sampai nanti.Setelah kita cukup lama menjalin hubungan,namun mengapa tiba- tiba kamu berkata seperti ini."


Namun Pras.... Prasetyo Admaja , pemuda idamanku , tidak bisa mengelak atas perjodohan yang sudah diimpikan ibunya.


Hancur rasanya perasaanku saat itu. Bagai di timpa berton- ton beban dan di sambar petir yang menggelegar.


Hari demi hari ku sibukan dengan berbagai kegiatan untuk melupakan semuanya. Aku bekerja siang malam, demi menutup lembaran yang sudah ku lewati bersama Pras.


Sampai akhirnya aku terdampar di kantor ini dan memulai lembaran baru menghapus Prasetyo Admaja dari hidupku.


Kantor yang bergerak di bidang ekspedisi export import ini cukup membuat aku sibuk dan tak sempat lagi berpikir tentang laki- laki.



Sampai akhirnya ada info bahwa akan datang pimpinan baru dari Jakarta yang akan mengisi kekosongan jabatan karena pimpinan lama harus pindah .


Namun siapa yang menyangka ternyata engkau Pras pemimpin itu.


Rapat penyambutan Pimpinan baru akan segera di laksanakan, dari pusat aku mendapat tugas untuk menyiapkan semua keperluan rapat.


Sejak ku mendapat tugas mempersiapkan semua kepentingan rapat, sempat ku baca nama  Prasetyo Admaja, namun ku tak berpikir itu Pras yang telah mengisi relung hidupku.



Jantungku berdetak bagai bom yang akan meledak, setiap detiknya sangat menegangkan, sehingga tanpa disadari aku begitu gugup dan wajah pucat.

Di hadapanku berdiri sosok manusia yang begitu ku rindukan .


Tiba-tiba Angga yang berada di samping ku berkata

" Mir..kamu kenapa tiba-tiba pucat dan gugup,kamu sakit?" 

"Ga..gapapa sahutku, aku hanya sedikit pusing , mungkin karena semalam tidur agak larut" jawabku.


Pras yang mengetahui kondisi itu dengan bijak berkata"Iya bu,jika ibu sakit silahkan istirahat"

Suaranya membuat aku semakin galau. Suara itu....ya Allah aku mendengar suara itu lagi. Suara bariton yang dulu selalu ku-rindu.


Ku pandangi wajah Pras yang masih seperti dulu, teduh dan penuh wibawa . Begitu pandai ia menutupi semua, seakan antara aku dan dia tidak pernah terjadi apa-apa.


Enam puluh menit berlalu rapatpun selesai .

Aku meninggalkan rapat dengan hati yang galau. Ya Allah... mengapa aku harus bertemu kembali dengan orang yang telah kulupakan  dalam hidupku.


Pukul lima belas tiga puluh  ku bersiap- siap untuk pulang.Sudah menjadi kebiasaan ku , tiga puluh menit sebelum pulang semua ku rapikan. Agar saat ku tinggal meja dan berkas sudah rapi .


Tiba-tiba Mang Oding, salah satu  office boy menghampiriku, "Maf Bu Mira di suruh menghadap Bapak", 

" Oh baik, terima kasih ya" jawabku.



Bergegas ku hampiri ruangan  tempat Pras. 

Ya ampun.....lemes rasanya langkah ini, dan berat rasanya tangan ini untuk mengetuk pintu. Terasa ada benda yang bergelayutan menahan pergelangan tangan ini.


" Bismillah" , ku ketuk pintu.

"Masuk" terdengar jawaban dari dalam.

Dengan perlahan ku buka pintu dan ku melangkah dengan detak jantung bagai gelombang di lautan lepas, begitu kencang dan bergemuruh.Saat ku lihat kembali sosok tubuh tegab atletis di hadapanku.


Ku tahan air mata yang hampir tumpah.


" Assalamualaikum",  Pras menyapaku.


"Wa'alaikummussalam," jawabku dengan gemetar.


"Apa kabar Mir", sapa Pras.


"Baik",  jawabku


"Kamu masih ingat aku", tanyaku


"Ingatlah , mana mungkin aku melupakan mu ,gadis impian setiap lelaki" jawab Pras 

"Aku begitu merindukanmu, bertahun-tahun aku mencoba menghubungi mu tapi tak berhasil. Ku coba bertanya dengan beberapa teman, tapi mereka tidak ada yang tau dimana keberadaan mu.Kamu seperti menghilang di telan bumi. "


"Untuk apa kau mencariku, bukan kau sudah bahagia hidup dengan wanita pilihan ibumu" kataku dengan suara sedikit parau.


" Itulah masalahnya,ternyata Vera bukan jodohku. Ia sudah menikah dengan lelaki pilihannya. Sebetulnya aku pun tidak tidak setuju dengan perjodohan  saat itu. Tetapi aku tak sanggup menentang kemauan ibuku. Sampai akhirnya ibu menyerahkan semua padaku. Dan saat aku ingin mengabarkan semua ini.HP mu tidak aktif, esoknya ku datangi tempat tinggal mu

, kau sudah pindah.


" Ternyata engkau memang jodohku, Allah tetap membiarkan kita bertemu lagi di sini"


" Kalau kau masih ingat aku kenapa saat rapat kau diam saja, bahkan seakan-akan kau tak kenal aku". Aku bertanya dengan deraian air mata yang tak terbendung.


" Ya aku harus profesional lah tadi kan sedang rapat. Aku pun mencoba menahan rindu ku yang sudah berada di atas cakrawala berkepanjangan.Kalau kau tau bagaimana perasaan ku tadi , setelah ku tau kalau orang yang ada dihadapanku adalah orang yang sangat kucintai dan ku-rindu", jawab Pras sambil menyerahkan tissue padaku, karena mata mengalir tak bak aliran sungai Cisadane di musim penghujan.



Air mata semakin deras mengalir di pipiku, betapa bahagianya aku dapat bertemu dengan belahan jiwa yang sekian lama menghilang.

Terlebih Pras langsung berniat pekan depan akan menghadap kedua orang tua ku, untuk melamar.


Senang dan bahagianya aku saat keluar dari ruangan Pras . Yang sebentar lagi akan menjadi suamiku.


Akhirnya ku temukan cahaya yang telah hilang sekian tahun yang lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum