Antara Gembira dan Duka
Antara Gembira dan Duka
By: Sri Wuryaningsih
Hari ini aku bahagia dan juga sedih.
Bahagia karena kedatangan tamu orang tua murid yang silaturahim ke rumah. Mereka berkunjung karena ingin menjenguk putriku yang baru saja sembuh setelah empat belas hari di rawat.
Sebenarnya mereka tidak perlu ke rumah di samping rumahku jauh , putriku juga sudah sehat. Tetapi mereka tetap ingin silaturahim. Ya sudah aku tidak bisa melarang.
Akhirnya dengan mengendarai sepeda motor mereka tiba di rumahku.
Ada Ma Zaky, Ma Akbar, Ma Fadel, dan Ma Nisrina.
Namun sebelum kedatangan mereka ternyata aku dapat kejutan , seorang saudaraku Ermeilinda tiba- tiba nelpon. "Bu Sri , saya sudah dipertigaan , rumah ibu kemana".
Wah saya juga bingung, karena saya juga kurang paham dengan pertigaan yang dimaksud.
Senangnya hatiku karena dapat berkumpul dengan mereka ,karena di sekolah tidak bisa leluasa , mungkin karena mereka juga buru- buru dan aku di tunggu beberapa tugas.
Di tengah kebahagiaan aku juga sedih.
Selesai magrib , aku membuka WAG.
Innalilahi, tek, siapa yang meninggal? Apakah...(dalam hati terbersit nama salah satu saudaraku, yang memang sedang sakit), tetapi aku tak berani berspekulasi.
Setelah mengecek group sebelah, ya Allah tak tahan rasanya menahan air mata ini. Benar seorang rekan kerja sekaligus saudara Ibu Rusmini, setelah cukup lama sakit, Allah lebih sayang, Allah telah memanggilnya.
Bergegas aku mandi dan isya lalu berkemas untuk meluncur ke rumah duka. Setelah pamit dengan suami dan anak- anak aku berangkat di anter putraku ' Alim .
Agak sedikit memaksa aku minta izin suami dan anak, mungkin karena rumahku agak jauh, Depok.
Ku coba menghubungi Bu Intan yang sudah tiba lebih dahulu untuk share lokasi.
Tetapi entah kenapa begitu besar rasanya hatiku untuk menemani almarhumah di detik-detik terakhir.
Perawakan kecil yang lincah, gesit dan suka membantu kini terbujur kaku di tutupi selembar kain panjang.
Ku buka kudung penutup wajah. Ya Allah wajah itu begitu tenang. Beliau telah tenang menghadap Sang Rabby. Selamat jalan saudaraku Ibu Rusmini binti H .Mitcang. Semoga Allah mengampunimu, menerima arwah ,amal ibadahmu, dan melapangkan kuburmu. Semoga kedua putrimu menjadi anak- anak yang sholeha sukses dunia akhirat.
Selamat jalan Saudaraku, jalan terang mengiringi kepergianmu.
Jakarta, 9 Januari 2022
Komentar
Posting Komentar