Bakwan Pontianak dan Kado yang Tertunda

 Bakwan Pontianak dan Kado yang Tertunda

( Sri Wuryaningsih) 





Pukul 16.07, Selasa , 4 Maret 2025, aku mengajak Si Bungsu untuk mengambil pesanan Bakwan Pontianak buatan temanku. 


Namanya Hamidah Hafsyah sahabat lamaku mempunyai usaha kuliner menjual dimsum dan bakwan pontianak, kalau dimsumnya aku sudah pernah makan , enak .


Nah untuk bakwan pontianaknya aku belum pernah mencicipinya , aku jadi penasaran. Karena setiap dia posting, aku selalu komen tetapi belum pernah pesan . 


Sebetulnya jarak rumahku dengan sobatku tidak terlalu jauh, tetapi aku  memang belum sempat ke sana.


Akhirnya sore ini ,aku bersama anakku pergi berkunjung ke rumah Bu Ida ( panggilan sehari-hari ) .

Sebelum berangkat anakku bertanya " Ngapain sik mi ke sana" .

Aku jawab "Mau ngambil bakwan" 

Anak : "ngapain jauh-jauh di Tante Neni aja ada" ( Tante Neni tetangga yang jual aneka gorengan di bulan Ramadhan).

Aku jawab"Umi pengen nyobain aja bakwan teman ummi".


Hanya beberapa menit kami sudah tiba di rumah Bu Ida. Ternyata di depan rumah sahabatku ini terpasang plang Makida.


Dan di halaman rumahnya terdapat tanaman mind serta bayam yang ditanam secara hidroponik.

Aku jadi teringat kalau aku juga punya peralatan hidroponik tapi belum tersentuh.


Tanaman mind tumbuh subur  berjuntai. Dan di halaman rumahnya pun terdapat beberapa tanaman ada pisang, cabe, mawar, tomat dan lain-lain. Asri sekali rumahnya .


Karena cukup lama kami tak bertemu ,  maka pertemuan ini di samping aku mengambil bakwan juga ajang melepas kangen. Kami saling berpelukan karena lama tak bertemu.


Ternyata pesanan ku sudah siap

, aku kepoin bagaimana Sik bakwan pontianaknya. Karena masih dalam kardus jadi aku tidak bisa liat isinya . Hanya lumayan berat juga isinya dan tercium wangi dari dalam kardus. Wah enak nih kayaknya. Karena puasa jadi belum tahu bagaimana rasanya.


Wah ternyata keluarga sahabatku, keluarga pembisnis, sebab bukan sahabatku saja yang buka usaha, anak- anaknya pun selepas kuliah mengikuti jejak ibunya buka usaha.

Anak yang pertama Matin membuka Warung Sate Maranggi , adiknya Afifah  berjualan di shopee ada alpukat dan lain-lain .


Yang awalnya aku hanya ingin mengambil bakwan akhirnya pesan alpukat juga. Penasaran dengan alpukat Miki yang sempat aku baca di medsos ya sudah sekalian beli mumpung yang jual di depan mata.


Dan ternyata sahabatku juga nitip kado hadiah pernikahan anakku 3 tahun yang lalu. Katanya "Maaf waktu itu tidak sempat hadir".

Lagian kenapa repot- repot juga menyiapkan kado. 


Jadinya sore ini selain bakwan dan alpukat, aku membawa kado yang tertunda.Dan daun mind, untuk di sajikan pada minuman.


Sebetulnya kalau aku sendiri ke sana bisa bakalan lama, biasa pasti ngobrol dulu , berhubung diantar anak ya cepat- cepat pulang. 


Sesampai di rumah ku buka isi kardus , "Oh ini bakwan pontianaknya" , bentuknya bulat di taburi sayuran hijau yang ternyata daun kucai ( karena sempat bilang kalau pesanan besok saja ga dapat daun kucai) dan taburan udang rebon. Ga sabar rasanya ingin menikmati bakwan pontianaknya , tapi belum beduq Magrib


Terimakasih Sahabatku , semoga usaha kalian maju dan berkah . 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum