Akhirnya Ku denger Takbir itu

 Akhirnya Ku denger Takbir Itu


Oleh : Sri Wuryaningsih


Hari sudah mulai gelap ,Raja Siang sudah bersembunyi di peraduan. 

Magribpun tiba, suasana semakin hening.


Jika pada tahun- tahun sebelumnya hari seperti ini pasti sudah ramai berkumandang suara takbir dari balik speaker yang terpasang di sudut menara .


Namun di senja ini belum terdenger takbir . Aku berharap setelah azan Magrib akan terdengar takbir yang keluar dari mulut- mulut mungil di kampungku.


Harapanku ku punah , karena aku tak mendengar lantunan takbir dari masjid dekat rumah.Hatiku sangat sedih menghadapi situasi seperti ini. 


Covid yang masih merajalela , menyebabkan orang harus takbir dari rumah dalam menyambut Idul Adha.


Ku ambil gawai dan ku cari channel yang sedang takbir. Akhirnya ku temukan sebuah channel dengan 32 ribu pengunjung. Masya Allah ramai sekali, betapa senang dan terharunya mendengar takbir malam itu .Mengunjung terus berdatangan menembus angka 36 ribu.Baru kali ini juga aku gabung di Channel dengan pengunjung puluhan ribu.


Tanpa terasa air mata mengalir begitu deras , belum pernah aku menangis sederas ini saat Asma Allah di kumandangkan.

Ya Allah aku bersyukur masih bisa bertakbir walau dari dunia maya.


Azan isya berkumandang, ku lihat pengunjung berkurang, akupun berwudhu, di saat wudhu inilah ku denger takbir dari masjid tetangga kampung sebelah.


Setelah lsya baru aku mendengar takbir dari masjid Al Hikmah di kampungku. Alhamdulillah akhirnya ku denger takbir di tempat tinggal ku.


Ya Allah semoga Pandemi ini segera berlalu, agar Kami dapat hidup normal dengan penuh syukur kepadaMu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum