Duka Seribu Negeri

 Duka Seribu Negeri


Oleh Sri Wuryaningsih



Sandaran terkuat hanya Engkau ya Allah.Tempat semua makhluk bermunajat. Kedukaan , kesedihan, kepiluan yang terjadi begitu memilukan.Hampir setiap hari hembusan angin membawa duka.Sementara awan putih belum kunjung tiba. Entah kapan sang petaka jauh terlempar cakrawala.


Kami hanya dapat bersimpuh dan bersujud di hadapanMu, tak berdaya mengusir duka.


Virus itu begitu menyakitkan tak mengenal wajah, bahkan dunia, menyerang dan menerjang tubuh yang yang tak berdaya.


Masker dan jaga jarak adalah tameng ikhtiar semata, karena hakekatnya Engkaulah yang punya Kuasa.


Wajah tersungkur bersimbah duka, di rundung kelam yang membahana



Ya Allah...

Ampuni mereka yang telah  kembali,bkuatkan jiwa yang berpadu duka.Sembuhkan jasad yang tak berdaya


Tangan ini terlalu lemah dan tak kuasa ,tanpa pertolongan Mu Yang Maha Perkasa.


Segala upaya terlaksana sudah , namun si kecil Corona belum punah.

Entah kapan kondisi berubah

Agar negeri kembali cerah.


Ya Rabb ampuni Kami

Jika kami telah lalai.

Jika kami telah ingkar

Jika kami telah angkuh.


Izinkan Corona pergi, terbang jauh tak pernah kembali.Agar negeri cerah berseri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum