Peranan Perempuan di Era Digital

 Peranan Perempuan di Era Digital


By : Sri Wuryaningsih

Peranan Perempuan di Era Digital


By : Sri Wuryaningsih


Siapa sik yang tidak kenal makhluk Perempuan. Semua pasti mengenalnya. Makluk yang diciptakan Allah dengan penuh kelembutan dan kasih sayang ini , mempunyai sejuta talenta dan kekuatan yang super duper.

Ada saja yang bisa kita jadikan topik dari perempuan.


Dari fashion, kecantikan, prestasi, dan segudang lainnya 


Fungsi Perempuan dari dulu sampai sekarang tidak berubah.


Perempuan dengan mudah mengerjakan berbagai aktifitas dalam satu waktu.


Ternyata otak perempuan dan kaum Adampun memang berbeda. Anatomi corpus callosum perempuan lebih tebal dibanding dengan laki -laki. Otak perempuan memiliki berbagai kemampuan unik dan menakjubkan seperti ketangkasan verbal yang luar biasa, kemampuan untuk menjalin persahabatan yang mendalam, kemampuan yang nyaris menyerupai cenayang dalam membaca wajah dan nada suara, kemampuan untuk mengenali emosi dan keadaan pikiran, serta kemampuan untuk meredakan konflik. (Female Brain: Louann Brizendine)  


Maka wajar jika memang perempuan mempunyai peran yang sangat hebat.


Dari penciptaannya memang wanita berbeda dengan kaum pria.


Pria nampak hebat kuat, keren dan tangguh, namun jika tidak ada wanita di belakangnya, maka tak mungkin akan sukses.


Perempuan adalah guru pertama dalam kehidupan manusia, karena sebelum ia mengenal dunia luar, ibunyalah yang terlebih dahulu di kenal.

Sampai- sampai ada pepatah yang mengatakan jika kau ingin merusak suatu negara , rusaklah ibunya.


Ibu sebagai awalun madrasatun sangat mempengaruhi karakter manusia.Manusia yang gigih, tekun dan pekerja keras, pasti mempunyai seorang ibu yang pekerja keras.


Kenapa perempuan dikatakan tangguh karena ia bisa menyelesaikan semua permasalahan dengan tuntas.n


Coba kita perhatikan jika ada seorang janda , memiliki beberapa anak , pasti ia akan gigih membesarkan anak-anaknya daripada mencari suami baru.

Ia rela berkorban sampai titik darah yang penghabisan.


Fitrah itu tidak akan hilang walau kini kita berada di Era Digital.

Era di mana setiap hari arus informasi dan globalisasi berselancar dengan bebas.Sebagai ibu kita harus sedikit banyak mengetahui teknologi, agar tetap dapat mengawasi perkembangan Sang Anak


Sebagai ibu tetap mempunyai kewajiban menanamkan nilai-nilai keimanan agar menjadi benteng kehidupan.


Karena secanggih apapun pengetahuan nilai keimanan harus tetap terpatri agar tidak menjadi budak globalisasi.


Anak tetap tau kapan waktu sholat ya g tepat . Harus menjaga sosialisasi karena sebagai makhluk sosial manusia sampai kapanpun tetap membutuhkan orang lain 


Kesopanan dan tatakrama harus dijaga.Sebab manusia juga mempunyai rasa keindahan dan kenyamanan. 


Peran penting Sang Ibu sejatinya tidak bisa digantikan sekalipun oleh ayah.


Terlebih di era dimana perkembangan teknologi begitu cepat, ibu harus bisa menjaga putra-putrinya agar tetap mempunyai filter dari perkembangan itu.


Sebagai ibu , alangkah baiknya dapat mengarahkan Putra- putrinya untuk mengetahui batas- batas mana yang boleh mana yang tidak.


Kehidupan semakin kompleks jika mereka tidak mempunyai pondasi yang kokoh akan mudah sekali tergelincir.


Semua itu dapat terealisasi karena ada Sang Ibu yang mendampingi.



Siapa  sik yang tidak kenal makhluk Perempuan. Semua pasti mengenalnya. Makluk yang diciptakan Allah dengan penuh kelembutan dan kasih sayang ini , mempunyai sejuta talenta dan kekuatan yang super duper.

Ada saja yang bisa kita jadikan topik dari perempuan.


Dari fashion, kecantikan, prestasi, dan segudang lainnya 


Fungsi Perempuan dari dulu sampai sekarang tidak berubah.


Perempuan dengan mudah mengerjakan berbagai aktifitas dalam satu waktu.


Ternyata otak perempuan dan kaum Adampun memang berbeda. Anatomi corpus callosum perempuan lebih tebal dibanding dengan laki -laki. Otak perempuan memiliki berbagai kemampuan unik dan menakjubkan seperti ketangkasan verbal yang luar biasa, kemampuan untuk menjalin persahabatan yang mendalam, kemampuan yang nyaris menyerupai cenayang dalam membaca wajah dan nada suara, kemampuan untuk mengenali emosi dan keadaan pikiran, serta kemampuan untuk meredakan konflik. (Female Brain: Louann Brizendine)  


Maka wajar jika memang perempuan mempunyai peran yang sangat hebat.


Dari penciptaannya memang wanita berbeda dengan kaum pria.


Pria nampak hebat kuat, keren dan tangguh, namun jika tidak ada wanita di belakangnya, maka tak mungkin akan sukses.


Perempuan adalah guru pertama dalam kehidupan manusia, karena sebelum ia mengenal dunia luar, ibunyalah yang terlebih dahulu di kenal.

Sampai- sampai ada pepatah yang mengatakan jika kau ingin merusak suatu negara , rusaklah ibunya.


Ibu sebagai awalun madrasatun sangat mempengaruhi karakter manusia.Manusia yang gigih, tekun dan pekerja keras, pasti mempunyai seorang ibu yang pekerja keras.


Kenapa perempuan dikatakan tangguh karena ia bisa menyelesaikan semua permasalahan dengan tuntas.n


Coba kita perhatikan jika ada seorang janda , memiliki beberapa anak , pasti ia akan gigih membesarkan anak-anaknya daripada mencari suami baru.

Ia rela berkorban sampai titik darah yang penghabisan.


Fitrah itu tidak akan hilang walau kini kita berada di Era Digital.

Era di mana setiap hari arus informasi dan globalisasi berselancar dengan bebas.Sebagai ibu kita harus sedikit banyak mengetahui teknologi, agar tetap dapat mengawasi perkembangan Sang Anak


Sebagai ibu tetap mempunyai kewajiban menanamkan nilai-nilai keimanan agar menjadi benteng kehidupan.


Karena secanggih apapun pengetahuan nilai keimanan  harus tetap terpatri agar tidak menjadi budak globalisasi.


Anak tetap tau kapan waktu sholat ya g tepat . Harus menjaga sosialisasi karena sebagai makhluk sosial manusia sampai kapanpun tetap membutuhkan orang lain 


Kesopanan dan tatakrama harus dijaga.Sebab manusia juga mempunyai rasa keindahan dan kenyamanan. 


Peran penting Sang Ibu sejatinya tidak bisa digantikan sekalipun oleh ayah.


Terlebih di era dimana perkembangan teknologi begitu cepat, ibu harus bisa menjaga putra-putrinya agar tetap mempunyai filter dari perkembangan itu.


Sebagai ibu , alangkah baiknya dapat mengarahkan Putra- putrinya untuk mengetahui batas- batas mana yang boleh mana yang tidak.


Kehidupan semakin kompleks jika mereka tidak mempunyai pondasi yang kokoh akan mudah sekali tergelincir.


Semua itu dapat terealisasi karena ada Sang Ibu yang mendampingi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum