Hening

By Sri Wuryaningsih



Onggokan daging itu tersayat

Teriris dan sakit

Celah kecil dilewati dengan pedih

menuju terang 


Sepuluh fajar terlewati tanpa kepastian

hanya sujud dan harap menjadi teman

sebagai penenang dan asa

Ku yakin mentari kan kembali terang


Dalam hening hanya kebisuan yang terdengar

menelusuri tapak yang nampak remang

ya Rabb beri hamba perlindungan

dari beribu kesalahan


Bagai sehelai benang basah tanpa arti

lemah,lunglai 

TanpaMu kan sulit tegak kembali

Beri kekuatan untuk menggenggamMu

jangan terpisahkan walau hanya sesaat.


Lupakan jika pernah terlupa

jangan biarkan kabut menyelimuti

Tak ada daya upaya tanpaMu 

zat  penguasa kehidupan


Izinkan terang mengiringi

pada pagi dan senja hari

bersama sejuta senyum,inovasi serta kreasi



Jakarta, 25 Desember 21


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum