Ketika Aku Harus Menjahit di Kelas

 Ketika Aku harus Menjahit Di Kelas

 (Sri Wuryaningsih


" Bu celana Fadel robek" kata Salman ketika aku baru saja memasuki kelas 8.3,MTsN 33 Jakarta. Sebuah madrasah yang hampir 15 menjadi tempatku mengantar Anak Negeri dalam meraih cita dan mimpi.


"Memang kenapa robek, kamu lari- larian dan becanda ya" tanya ku 


"Ga bu, ininya sempit" sambil menunjuk kan bagian celananya, jawab Fadel.


"Ya sudah sini ibu jahit, nanti ibu pinjam jarum dan benang"


"Ntar saya pake apa Bu" tanya Fadel

"Kamu pake mukena dulu" jawabku


"Sebentar ibu cari benang dan jarum, kalian tetap tenang di kelas" kataku kepada siswa.

"Iya Bu!" Jawab mereka serentak.


Ku turuni satu demi satu anak tangga untuk mencari jarum dan benang

, menuju Ruang Guru.


"Ada yang punya jarum dan benang ga, celana  anak 8.3  robek".

"Biasanya Bu Eni" sahut seorang guru.

 

Ku lemparkan pandangan ke bangku Bu Eni, namun kosong. Mungkin Bu Eni sedang di kelas .

Ku coba mencari jarum dan benang di loker Bu Eni.


Akhirnya ku temukan benang dan jarum di wadah tabung berwarna hijau.

Maka mulailah aku menjahit. Hingga bel ganti pelajaran jam pertama selesai


Bel ganti pelajaran berbunyi, aku harus pindah kelas. 

Karena celana belum selesai dijahit maka terpaksa dibawa ke kelas berikut.


Akhirnya selesai juga celana itu di jahit walau di sambi mengajar.


Dua puluh tujuh tahun meng kunjungiajar , pengalaman baru nih,  celana siswa ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ™๐Ÿป

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum