Terima Kasih Ya Allah

 Terima Kasih ya Allah

( Sri Wuryaningsih)



Berbuka di bulan Ramadhan adalah momen yang ku tunggu. Karena saat berbukalah aku bisa mendengar colotehan anak-anakku yang sudah dewasa .


Ya mereka bukan bocah lagi ,kini mereka sudah dewasa, Irbah putri sulungku sudah menginjak 25 tahun. ' Alim menjelang 24 tahun dan Si Bungsu ( Zaim)  sudah berusia 20 tahun


Suasana berbuka menjadi saat - saat yang Kurindukan dan menyenangkan, karena ada saja topik pembicaraan mereka. Aku hanya mendengar dan sesekali memberi komentar .


Seperti topik pada sore ini, mereka membicaraka, bagaimana Abinya ( panggilan untuk bapak) mempunyai kebiasaan bersin di pagi hari.


Aku : " Abi tuh punya alergi , bersin- bersin di pagi hari"

Zaim : " Iya kalau bersin- bersin, Hasyim....haaaasyiiim..., terdengar dah seluruh kampung..ha..ha"

Irbah : " Kebiasaan di kampung, di kiranya di hutan"

Aku hanya senyum- senyum sambil komentar" Iya tapi sekarang sudah ga lagi"


Ada juga celotehan Si Bungsu yang suka iseng menggoda Kakak Sulungnya.


Zaim: " Irbah ....kamu ...."


Aku hanya komentar" Jangan songong dah Ama mbaknya Bah..Bah aja"

Walau ku tahu ini hanya bercanda tapi aku tetap harus meluruskan , kalau sapa kakak ga boleh hanya panggil nama.


Ya Allah senang rasanya aku mendengar colotehan mereka.

Bersyukur rasanya aku kepada Allah atas semua nikmat ini.


Nikmat yang sering Allah berikan walau bukan di bulan Ramadhan. 


Alhamdulillah ya Allah , hamba diberikan kesempatan menyaksikan mereka tumbuh dewasa . Semoga mereka menjadi anak - anak yang Sholeh dan Sholeha, mendapat pasangan hidup orang-orang yang baik serta sholeh dan sholeha . Menjadi orang - orang yang berguna. Dan dapat tetap menemani serta menjaga kami, jika kami ada umur dan tua nanti.



Depok, 

Jumat, 15 April 22

Ramadhan hari ke-13

O6.10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum