Secuil Kisah

 Secuil kisah

( Sri Wuryaningsih)




Kerudung berkibar

Oleh tiupan angin nakal

Malam ini angin bersenda gurau 

Memainkan ujung kerudung

Yang mulai lusuh

Karena sejak pagi menjadi penutup mahkota.


Udara malam menerobos 

Ujung kaki hingga kepala

Terasa dingin namun dirindukan

Karena sejak siang mentari

Dengan angkuh berdiri di singgasana


Ku duduk dibelakang

Abang ojol yang setia menemani setiap sudut perjalanan


Hari ini terasa agenda bak 

Kereta api yang melaju 

Menyusuri rel tanpa henti


Semua kulewati sepenuh hati

Untuk mengisi penghuni hati 

Dan pundi 

Serta siraman ilmu

Untuk ibu Pertiwi 

Dan mencari ridho Illahi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum