Zamrud khatulistiwa

 Zamrud Khatulistiwa


Oleh : Sri Wuryaningsih

HP : 081318685657




Angin malam menemani aku dan suami sepanjang perjalanan Depok- Gambir.

Beberapa kendaraan tersalip karena kami memburu waktu agar tidak tertinggal KA.


Ya hari ini( 18 Desember 2022) adalah hari keberangkatan ku menuju Yogyakarta,dalam rangka mengikuti TOT Penulis yang diadakan oleh Media Guru.

Ini bukan yang pertama kali aku gabung dengan Media Guru. 

Tahun 2018 aku pernah mengikuti Media Guru dalam acara Satu Guru Satu Buku. Di sini para peserta diberi motivasi menulis dan ditantang menulis buku dalam waktu satu bulan.

Satu bulan bro...


Satu bulan?

Untuk ku waktu satu bulan adalah waktu yang sangat singkat.

Satu bulan?... bertahun-tahun saja aku belum pernah punya buku, lah ini satu bulan?


Para acara ini ada satu sessi dimana para peserta harus mendeklarasikan dan membubuhkan tanda tangan di banner , sanggup menulis buku dalam waktu satu bulan. Aku adalah orang yang terakhir membubuhi  tanda tangan. Karena sudah kwatir tidak bisa membuat buku.


Setelah itu karena deadline hanya sebulan, mulailah aku mengumpulkan tulisan- tulisan yang berserakan di note color.


Ya ternyata kebiasaanku yang selalu bercerita dan membuat tulisan setiap selesai mengikuti sebuah pelatihan atau menceritakan bagaimana keadaan mengajar di kelas , atas saran seorang teman ( Alm ibu Yuli Rahmawati, Al Fatiha, dapat dijadikan buku) maka semua cerita- cerita itu ku kumpulkan .


Nah...sejak itu pula untuk menambah agar tulisanku layak menjadi sebuah buku ( karena ga mungkin dong buku hanya 25 halaman). Maka akupun mulai menulis semua perjalanan ku dalan menyelesaikan S.1 dan cerita- cerita yang lain.


Setelah selesai mengumpulkan cerita ternyata masih ada kendala lagi, ternyata untuk mencetak buku , bea tidak murah.


Untuk aku yang hanya mendapat penghasilan sebagai guru  honor dan sertifikasi yang cairnya tidak tentu , maka harus kerja keras mengumpulkan dana itu .


Namun Alhamdulillah (aku lupa bagaimana cara dana terkumpul) akhirnya aku bisa mendapatkan dana cetak tersebut.


Akhirnya dengan membayar sejumlah uang kepada Media Guru untuk mengganti bea Cover, edit, ISBN di tahun 2018 lahirlah buku pertamaku dengan judul "Bongkahan Batu Itupun Hancur"


Cetak pertama aku hanya sanggup memesan 25 eksemplar.

Dan aku pasarkan ke teman-teman dengan harga Rp 35.000, 00.


Rp35.000,00?

Wow sangat murah dan aku rugi besar, wong bea cetak jauh lebih besar dari 25 x 35.000.


Namun ada kepuasaan bathin yang tidak bisa dinilai dengan rupiah, ketika aku mendapatkan hasil karyaku bisa dijadikan buku.


Ya Allah...

Ternyata aku bisa toh menghasilkan buku.


Alhamdulillah ternyata bukuku mendapat tanggapan yang lumayan di teman- teman ( buat aku ini mah sudah bagus, karena buku pertama dan coba - coba cetak buku), hingga akhirnya aku harus cetak ulang sampailah di angka 250 eksemplar bukuku ludes dipesan para sahabat dan teman. Dan di samping sudah balik modal aku pun sudah mendapat laba dari penjualan buku pertamaku.


Terima kasih Media Guru , Mas Yassin dan Mas Yudhi yang sudah memecut dan membantu menerbitkan buku saya.


Sejak punya buku pertama aku lebih sering lagi menulis dan terus mengikuti kegiatan setiap ada acara literasi dimanapun( jika memang ada kesempatan).


Bahkan aku sempat dijadikan Nara Sumber seorang mahasiswi dari Universitas Dipenogoro untuk mengerjakan tugas kampusnya.


Sejak aku punya karya pula maka sekolah sering melibatkan aku dalam menggalakan Literasi Sekolah.


Sekali lagi terimakasih Media Guru yang sudah membangkitkan kembali kebiasaan dan memotivasi menulis. Karena ternyata sejak SMP aku juga  pernah menulis puisi yang sempat dibacakan dimuka umum.


Kembali ke cerita TOT.

Kenapa aku harus mengikuti TOT?

Mengetahui bahwa minat baca dan menulis Indonesia yang masih rendah , maka perlu ada penyulut yang bisa membangkitkan kembali bakat- bakat terpendam di diri siswa dan guru. 


Oleh karena itu aku harus mempunyai modal agar bisa menjadi virus ke seluruh Pelosok Nusantara, karena aku yakin banyak mutiara - mutiara terpendam di negeri ini yang perlu digosok dan dibersihkan sehingga menjadi untaian Zamrud Khatulistiwa.


Bismillahirrahmanirrahim semoga mimpiku untuk mengembangkan Literasi Indonesia terwujud. Aamiin





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum