Masa Indah Itu
Masa Indah Itu
( Sri Wuryaningsih)
Bicara cantik , saya adalah salah satu orang yang termasuk suka minder jika orang bilang cantik. Karena saya merasa orang yang kurang beruntung jika bicara cantik(waktu masih sekolah). Perawakan yang gemuk pendek, hitam dan tak suka berdandan menambah lengkap semuanya.
Dari SD hingga SMA paling sering rambut di kepang dua( saat itu belum tahu hukum berhijab).
Udara yang panas di daerah Lampung Utara dan setiap hari harus berjalan lumayan jauh 2 - 5 KM dan kondisi air dengan PH yang kurang sesuai , membuat kulit kering dan agak gelap.
Sampai- sampai kakak pernah terucap kaki saya seperti singkong bakar.
Alhamdulillah saya orang yang tidak terlalu peduli dengan semuanya. Paling saat foto , ada yang bergaya menarik pipi ke dalam, agar tidak nampak gembil.
Wajar jika saya gemuk, karena kalau makan jangan di tanya...ha..ha....sepiring nasi tidak peduli ada atau tidak ada lauk , ludes itu makanan.
Mungkin karena ekonomi orangtua yang pas- pas an, saya sekolah jarang bawa uang. Sehingga kalau pas pulang, setelah ganti baju, cuci kaki dan cuci tangan , langsung makan. Tentunya selesai sholat ya.
Saya dan kakak serta adik- adik pasti berlomba-lomba makan siang. Betapa terasa nikmat masakan emak yang ala kadar dan seadanya.
Jangan tanya gizi, untuk kami bertemu makanan itu sudah Alhamdulillah.
Keluarga saya tinggal di daerah transmigrasi, Prokimal- Kotabumi, Lampung Utara. Mencari ilmu penuh perjuangan dan tekad yang tinggi.
Untuk sampai ke Sekolah Dasar saya harus berjalan kaki lebih kurang 2,5 KM. Setiap pagi pukul 05.30 atau 06.00 harus sudah berangkat. Melewati rumah- rumah penduduk yang berjarak 100 m antar penduduk. Jalan tanah yang berbatu dan akan menjadi ulenan tanah merah ketika hujan. Berjalan ditengah kebun karet yang terkadang bertemu dengan babi hutan.
Biasanya saya berangkat jalanan masih sepi karena saya tidak mau terlambat sehingga selalu berusaha berangkat sekolah lebih awal.
Ketika SMP jarak Sekolah lebih jauh di banding saat SD.
Kali ini saya memilih masuk sekolah swasta karena lebih dekat ( sekitar 5 KM) dibanding sekolah negeri yang berjarak 15 KM.
Seperti di SD , saat SMP pun saya tidak mau telat. Sehingga pagi- pagi setelah sarapan saya akan ke sekolah walau jalanan masih sepi. Ada yang menarik saat memasuki SMP. Saya berusaha agar tidak keduluan Kepala Sekolah. Kepala Sekolah saya di SMP keren, beliau selalu datang lebih awal.
Walau jalan ke SMP lebih jauh namun banyak pemandangan untuk cuci mata. Saya bisa melihat Bendungan yang di gunakan untuk mengaliri sawah, otomatis hamparan hijau terbentang juga menjadi view yang menarik. Terkadang air yang mengalir menjadi penggoda agar saya dan mungkin beberapa teman untuk sejenak bersahabat dengan aliran air.
Jika hujan habis hujan , jangan di tanya, kami sekolah dengan telanjang kaki. Dan saat mendekati sekolah baru kami cuci kaki di tengah pematang.
Kadang kami harus menyebrangi jembatan yang terbuat dari batang pohon kelapa yang dibentangkan. Tak jarang ada diantara kami ada yang terpeleset.
Saat SMA , ini jarak yang paling dekat 2 KM . Saya tempuh berjalan kaki dalam waktu 30 menit, jadi kalau jam 06. 00 berangkat 06.30 sudah tiba di sekolah .
Biasanya saat diperjalanan akan ada kabut putih yang menemani sepanjang perjalanan.
Kenapa kok ga naik motor. Jangankan motor, saat itu orang tua jangan kan motor, sepeda saja kami tak punya.
Hanya beberapa teman yang bisa bersekolah dengan mengendari sepeda .
Saat pulang sekolah walau di tengah terik matahari kami tak peduli, karena panas matahari akan tertutup dengan keasyikan kami ngobrol bersama sambil jalan pulang.
Entah apa saja yang kami bicarakan, mulai bertopik pelajaran atau sekedar pertandingan sepakbola atau cerita lain.
Terkadang kami singgah di rumah sekitar jalan untuk meminta minum atau menikmati jambu atau rambutan jika musim buah tiba.
Kami akan berpisah jika tiba di gang masing-masing.
Dan teman yang paling akhir adalah teman yang paling jauh.
Ya masa sekolah adalah masa yang paling indah , di sinilah kami ditempa hingga kami bisa menikmati hasil jerih payah orang tua dan perjuangan kami di masa lampau.
Salam kangen dan Salam Sukses untuk semua guru dan teman- teman di :
- SD Wonomarto 2, Prokimal-Kotabumi, Lampung Utara.
- SMP Pancasila , Prokimal-Kotabumi, Lampung Utara.
- SMA Jalawiyata, Prokimal- Kotabumi, Lampung Utara.
Coretan pagi
Depok, 4 Desember 2022
05.54
Bagus bunda... Sangat menginspirasi... Semoga dari goresan pena bisa menjadi buku yang menginspirasi kaum wanita yang merasa dirinya tidak sempurna dan terus mengupgrade dirinya untuk menemukan potensi yang ada dalam dirinya...aamiin
BalasHapusSemangat pagi dengan inspirasi berbagi masa yang tak terlupakan dalam benak.
BalasHapusAndaikan masa itu bisa diraih kembali akan sedikit dirajut ulang ... Tapi biarlah itu akan menjadi catatan kehidupan yang harus kita lalui sebagai perjalanan dengan melewati batuan kerikil kecil, sedang dan besar ... insya Allah semua itu perjalanan yang dapat memudahkan.
Subhanallah, bagus sekali
BalasHapus