Pertama Menginjakkan Kaki Di Kota Buaya


 Pertama Menginjakkan Kaki di Kota Buaya

( Sri Wuryaningsih)





Ini pertama kali ku injakan kakiku di Kota Pahlawan.


Ular besi meliuk-liuk meluncur mengikuti jalan besi sepanjang jalan Yogyakarta - Gubeng , Surabaya.


Setelah mengikuti TOT Fasda Literasi di yogja, Literasi berlanjut ke Surabaya. Sebelumnya sempat galau mau kemana, karena ada tiga pilihan, Parangtritis, Semarang , Surabaya.


Sejak Pandemi ingin sekali aku ke Surabaya, tetapi belum kesampaian. Alhamdulillah hari ini ( Rabu, 21 Desember 2022) sampai juga ke Surabaya, setelah beberapa kali pertimbangan.


Semula aku sudah kontak ponakan bahwa jika sempat mau ke Parangtritis. Tetapi setelah dipikir-pikir, enam bulan yang lalu aku baru dari Parangtritis dan tiga bulan yang lalu( September 22) baru saja bertemu ponakanku ( Koko). Dan In syaa Allah dua bulan lagi ( Februari 2022 ) aku ke yogja lagi. Sehingga ku urungkan mampir ke Parangtritis.


Ke Semarang juga batal.

Awalnya ingin bergabung dengan teman- teman dari MTsN 33 Jakarta, yang ingin berziarah Sunan Gunung Muria dan Sunan Kudus. Namun aku tidak bisa gabung karena bis sudah full. 


Setelah aku pikir-pikir, aku belum pernah ke Surabaya. Hingga aku putuskan ke Surabaya. 

Banyak rekan- rekan di Surabaya.


Ku Wa putriku  agar memesan tiket ke Surabaya. 


Dari sekian banyak rekanan akhirnya tujuan tempat singgah di Surabaya adakah rumah Arief. Seorang kenalan kecilku juga ponakan kakak ipar ku, dan beliau juga yang mengkhitan anak bungsuku ( Zaim)


Ku wa beliau posisi dimana , kwatir beliau ada di luar. Ternyata benar beliau sedang di luar kota. 


Setelah aku utarakan , aku di Yogyakarta ingin ke Surabaya, dan beliau bertanya aku mau kemana, " Ya  aku ingin ke Surabaya saja karena belum ke Surabaya" 


" Yo wis sampean engko tak jemput di stasiun. sore ini aku pulang kok".


Akhirnya pukul 03.58 setibanya di stasiun Gubeng, aku dijemput oleh Arief dan Imron ( ponakanku)


Ternyata di rumah ini suasa sedang ramai karena memang semua keluarga dari Lampung juga sedang berlibur. Akhirnya berkumpullah kami di sini.


Karena arief adalah rekan kecilku dan aku sudah kenal dengan semua saudaranya( karena memang mereka  semua sahabat kecilku) ya sudah kami seperti reuni .


Ada makanan yang ingin kurasakan , lontong balap.

Makanan ini sering disebut teman- teman ketika kami masih SMP. Aku penasaran makhluk apa itu lontong balap.


Akhirnya aku diantar oleh tuan rumah , Anik,  menyantap lontong balap. Yang terdiri dari lontong, tahu, lento, tauge, dengan bumbu kacang. 


Dan petualanganku di Surabaya adalah keliling Mall Marina , dan Masjid Akbar Surabaya.


Hari sedikit hujan , sehingga aku hanya bisa memandang Masjid Akbar Surabaya dari kejauhan.

Semoga suatu saat aku bisa datang kembali dan sholat di Masjid yang merupakan salah satu Masjid terbesar di Asia Tenggara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum