Kebersamaan di Telaga seafood

 Kebersamaan di Telaga Seafood

( Sri Wuryaningsih)






Assalamualaikum guys mau tahu nggak hari ini aku mau cerita apa.

Hari ini tuh seru banget tahu tidak kenapa?

Karena di hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-77( Selasa, 3 Januari 2023) ada teman-temanku yang mendapat penghargaan Satya Lencana   karena sudah mengabdi dan memberikan dedikasi yang tinggi ke kementerian agama. Siapa mereka... mereka adalah Chalifah ,S.Pd

Neli Riafni, S.Pd

Sigit Purnomo, S.E 

Karyanto


Kami ( Mardhiah, Cholifah, Siti Jubaedah, Intan Baiduri, Satimah, Sri Istiyani, Siti Mukaromah, Siti Azizah, Linda, Rahma, Ermeilinda, Aulia, Eli, Sri Wuryaningsih, Agung,  Mang Udin, Yusniar, Eni Hartati, Indah Sulastri, Solikhin, Tuti) meluncur untuk syukuran di rumah makan Telaga seafood yang terletak di Cibubur Jakarta Timur.


Tiga kendaraan yang kami gunakan untuk acara ini, milik Bu Jubaedah dengan supir beliau sendiri, mobil Bu Sri Is dengan supir ibu dosen Linda Sari Dewi dan mobil Bu Pimpro Ibu Indah Sulastri.


Aku ( Sri Wuryaningsih) dan Solikhin nyusul dengan mengendari motor.


Suasana yang tenang dengan panorama danau yang sejuk, menambah nikmatnya hidangan seafood di sini. Kami menikmati semua hidangan yang menggoyangkan lidah. Ada Ikan Koe Bakar dengan kucuran jeruk nipis dan sambal racikan Miss Cholifah yang sedap, Tomyan yang seger, serta udang Chrispy dan lain- lain yang nyam-nyam....


Tak memerlukan waktu lama, tandaslah semua hidangan di meja.


Dan yang tak terlupakan adalah jepret - jepret sebagai dokumen kenangan di suatu hari nanti.


Terakhir Kami berdoa . Doa dibawakan oleh Bapak Solikhin.

Kami bersyukur atas semua nikmat Allah dan kebersamaan di MTsN 33 Jakarta, serta memohon agar yang kami cita- citakan tercapai.


Terima kasih atas kebersamaannya. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat, rezeki yang melimpah serta umur yang berkah untuk kita semua.




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum