Kletokan

 Kletokan

( Sri Wuryaningsih)



Lato-lato yang kini kembali ngetren merupakan pemain lama yang hadir kembali


Lato- lato  di era tahun 80- an dikenal dengan sebutan "Kletokan" karena bunyinya kletok-kletok.


Entah siapa yang pertama kali memulai tiba-tiba saat ini  beberapa anak di kampungku membawa benda itu


Di setiap sudut gang  ,  pojokan terlihat mereka membawa benda bulat yang diikat oleh tali. 


Jika dahulu dua benda bulat pejal itu diikat tali yang lebih panjang dari model sekarang.


Cara memainkannya pun sangat mudah namun perlu keterampilan khusus juga. Hanya diputar- putar dan dua benda yang mirip bola berbenturan sehingga menghasilkan suara kletok - kletok. Suara ini yang mereka nikmati .


Namun bagi anak-anak kecil itu,  mereka dengan cepat bisa  langsung menguasai  teknik memainkan benda  tersebut. Karena jika tidak tahu tekniknya maka yang terjadi tali melilit dan lato- lato tidak dapat beradu.


Kadang dua  atau tiga orang anak berkumpul mereka berlomba memainkan lato- lato. Siapa yang paling lama bisa memainkan alat itu, berarti ia menang.


Aku berpikir itu lebih baik daripada mereka main gadget yang selama ini juga menjadi keresahan  para orang tua.


Tak ada yang sempurna kecuali Allah. Demikian juga untuk permainan ini. Baru beberapa hari viral sudah ada kejadian.

Ada anak yang matanya terhantam lato- lato menyebabkan kebutaan, ada yang terjerat di leher.


Harus ada  pengawasan orang tua jika ada putra putrinya yang bermain lato- lato. Agar obat resah orang tua tidak terjadi masalah.



Depok, 

Kamis, 12 Januari 2023

00.31




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum