Lidi Menambah Paham Konsep Segitiga dan Teorema Pythagoras






 Lidi Menambah Paham Konsep Segitiga dan Teorema Pythagoras 

(Sri Wuryaningsih)




Halo guys pengen tahu nggak bagaimana suasana belajar matematika di kelas 82 hari ini ya menurut aku sih seru banget gitu kenapa serunya karena mereka aku ajak bermain  lidi



Untuk membuktikan tiga buah angka  apakah bisa dijadikan sisi suatu segitiga maka aku gunakan lidi dan lucunya lidi ini dadakan tadi diambil di rumah salah satu orang tua murid yang berada di sekitar sekolah. 


Sambil menunggu lidi datang, maka jadilah benda- benda yang dibawa siswa jadi sasaran percobaan. Ada pensil, pulpen, penghapus, penggaris


Kita ambil tiga benda  yang panjangnya berbeda .


Kemudian kita ukur, lalu disusun menjadi sebuah segitiga , bisa atau tidak. Kemudian kita diskusi , kenapa ada ukuran yang bisa membentuk segitiga, kenapa ada yang tidak.


Seluruh siswa kita ajak memecahkan ini.


Nah...ini akan menjadi kelas tambah seru karena mereka saling mengeluarkan pendapat.


Di sini peran guru masuk, membimbing bagaimana. Siswa akan melihat bagaimana perbedaannya. Dan pada akhirnya mereka bisa menyimpulkan.


Dari benda-benda yang mereka gunakan diperoleh ukuran 10 cm 12 cm dan 20 cm kemudian dari angka-angka itu aku, perintahkan supaya mereka berpikir adakah suatu hubungan atau suatu korelasi antara angka-angka itu dengan satu pernyataan.


Mereka saya biarkan berpikir sendiri dahulu . Pertama dengan praktek, apakah panjang lidi  angka-angka itu bisa membentuk segitiga atau tidak.


Semua angka- angka yang mereka peroleh dipraktikkan dengan lidi, ada yang bisa membentuk segitiga ada yan tidak


Berarti ada yang bisa disimpulkan ...kenapa....


Disini guru membimbing siswa. Sambil mereka kita pacu untuk terus mencoba dan mencoba, sehingga mereka mendapat aturan yang benar.


Alhamdulillaah dengan cara ini membantu /anak-anak paham tentang konsep ketidaksamaan segitiga akhirnya mereka saya perintahkan untuk membuat suatu kesimpulan, 

apa yang menjadi hukum dasar ketidaksamaan segitiga.


Dari  percobaan disimpulkan bahwa jumlah dua buah Sisi suatu segitiga itu akan lebih besar dari sisi yang lainnya,  apabila ada tiga pernyataan itu benar semua maka ketiga ukuran benda tadi bisa dijadikan segitiga


Kemudian untuk selanjutnya karena sapu lidi sudah datang aku memerintahkan supaya mereka memotong lidi menjadi ukuran 3 cm 4 cm 5 cm, kemudian 5 cm 12 cm 13 cm lalu, 8 cm 15 cm 17 cm dan yang terakhir adalah 12,35,47


Kemudian dari ukuran tersebut saya tugaskan mereka mengecek , apakah ukuran tersebut dapat dibuat segitiga?


Pertanyaan saya saat ini adalah apa nama segitiga yang dibentuk.


Ternyata dari ukuran-ukuran tersebut mereka mendapatkan segitiga siku-siku.


Mulailah mereka saya giring , bagaimana tiga buah angka, jika dijadikan panjang sisi segitiga, maka Segitiga yang terbentuk adalah "Segitiga Siku-siku".


Pertama saya gambar segitiga siku-siku dipapan dengan ukuran 3,4 ,5 .


Kita biarkan mereka memecahkan sendiri.Pertama ada yang menyebutkan 

" 3 kuadrat - 4 = 5 "

"Oke ini benar" kataku.

" Tapi bagaimana dengan ukuran lain, apakah aturan itu masih berlaku, jika tidak. Maka itu tidak bisa menjadi patokan, karena dalam matematika suatu aturan harus berlaku untuk kondisi semua keadaan, maka baru bisa kita jadikan  rumus "


Ternyata apa dibilang karena tersebut tidak berlaku untuk ukuran yang lain sehingga tadi tidak bisa jadikan rumus.


Akhirnya ada siswa yang menyebutkan" 3 kuadrat + 4 kuadrat  = 5 kuadrat"


Nah.... bagaimana dengan angka yang, kita coba untuk " 5 kuadrat + 12 kuadrat  = 13 kuadrat" 


Untuk anak yang kedua ternyata aturan itu berlaku untuk semua bilangan


Nah di sinilah baru saya jelaskan bahwa apa yang dikatakan oleh anak tersebut merupakan teorema suatu merupakan teorema pythagoras yaitu sisi miring kuadrat adalah jumlah kuadrat sisi yang lain


Dengan demikian maka para siswa kita ajak berpikir logis untuk diarahkan ke teorema pythagoras.


Dengan menggunakan cara ini suasana kelas tampak hidup semua anak aktif mencoba membuat segitiga dari lidi lidi tersebut. Ada yang memotong lidi ada yang mengukur dan kemudian dibentuk sebuah segitiga


Di samping anak aktif mereka pun kita ajak berpikir secara logika sehingga mereka akan paham konsep yang kita ajarkan


Cara memberi materi seperti ini bukan hanya berlaku untuk diterima pythagoras.


Materi apapun yang kita bawakan jika kita mengajak para siswas berpikir secara nalar dan aktif, maka suasana kelas akan menyenangkan dan para siswa tidak merasa Jika ia sedang belajar matematika. Mungkin  yang mereka rasakan adalah sedang bermain-main.


Jika  mereka senang maka pikiran mereka berada pada zona alpha yaitu suatu zona dimana mereka akan mengikuti apa yang kita katakan dan mereka akan memahami apa yang kita jelaskan.


Jakarta

Kamis, 5 Januari 2023

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum

Fatamorgana Kesunyian