Singgah ,Pergi dan Tak Kembali

 Singgah, Pergi Tak Perlu Kembali

( Sri Wuryaningsih)




Hari ini aku di sibukkan oleh pengumpulan puisi yang terserak di medsos dan note color. 


Sudah 50 puisi yang aku gabungkan dalam Antropologi Puisi Guru di sekolah MTsN 33 Jakarta. Namun kali ini aku ingin mencetak Buku Solo Puisi, jadi lumayan butuh waktu yang serius untuk memilah mana puisi yang sudah dibukukan mana yang belum.


Entah sudah berapa hari ku memilah - milah ini , karena di samping waktu senggang saat ngajar , juga terkadang Hepatitisku agak mengganggu.


Tahun 2009 aku menderita penyakit Hepatitis Accut. Sempat menikmati Pondok Fatmawati selama tujuh hari, dengan kondisi ( menurut aku biasa saja), karena aku masih merasa sehat dan kuat. Tetapi ada rasa sakit bila di tekan pada bagian dada di bawah payudara, sehingga bidan yang memeriksaku menyarankan periksa ke dokter.


Ternyata benar setelah SGPT dan SGOT ku dicek jauh di atas normal  25 atau 45 , aku lupa.

Sementara tes SGPT dan SGOT ku 250. Jadilah aku menginap di Hotel Fatmawati.


Karena kejadian itu sampai saat ini aku masih merasa ada yang terasa aneh di perut bagian kanan ku, seperti orang hamil kontraksi .

Jika ini terjadi aku istirahat dulu jika sedang beraktivitas, termasuk saat menulis.


Oleh karena itu,aku jadi butuh waktu berhari-hari untuk memungut puisi ku.


Minimal 50 puisi agar dapat menjadi buku solo.


In syaa Allah puisi sejumlah itu masih ada. Karena ternyata tulisan ku dari 2020 belum ada yang kubukan . 


Alhamdulillah lumayan juga tulisan yang ku kumpulkan.


Targetku tahun 2023 minimal tiga buku yang bisa ku cetak.


Semoga Allah memberi kelancaran dan kemudahan.


Meski tahun- tahun ini adalah tahun yang cukup berat. Tetapi aku tak boleh terkapar menghadapi semua ini. Semoga semua segera berlalu, seperti angin yang singgah pergi dan tak kembali.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum