LEBARAN DI KAMPUNGKU
Lebaran di Kampungku. (part 1)
(Sri Wuryaningsih)
Udara 1 Syawal tiba, semua penduduk menyambut gembira.
Hari kemenangan ini di sambut dengan suka cita bagi Kaum Muslimin, tak terkecuali di tempat aku tinggal, Kampung Rawa Kalong,Depok .
Semua warga menyambut dengan berbagai persiapan, ketupat, semur dan sayur godok, juga aneka kue, kacang bawang , tape uli, rengginang, nastar, biji Ketapang, akar kelapa,dan aneka makanan lainnya.
Sebelum pukul 6 pagi warga berkumpul di halaman masjid Al Hikmah untuk Sholat Ied.
Selesai sholat mereka saling bersalaman dan bermaaf- maafan. Lanjut keliling ke tetangga sekitar.
Tahun ini karena aku sudah sholat Ied lebih dahulu , sehingga aku hanya di rumah .
Tak lama para tetangga berdatangan. Mereka berkunjung bersama dengan anak istri.
Lebaran walaupun banyak makanan yang disajikan, jarang mereka menyicipi, jika tuan rumah tidak memaksa untuk duduk dahulu menikmati makanan yang ada .
Mereka beralasan karena masih banyak tempat yang harus di Singgahi.
Untuk menahan mereka agar duduk dan menikmati hidangan , saya katakan
"Ayo duduk dulu , mumpung makanan gratis, kalau ga lebaran kan bayar, dan kalau ga lebaran , kan ga ada makanan" sambil tertawa.
Akhirnya mereka bersedia duduk dan menikmati kue lebaran yang tersedia.
Sambil menikmati hidangan inilah kami saling bercerita, anak - anak sudah kelas berapa.
Bagi anak- anak mereka biasanya mencari makanan seperti agar- agar inaco atau snak yang ringan.
Para tamu biasanya tidak lama , tetapi juga tidak putus, karena mereka datang silih berganti.
Alhamdulillah tempat yang aku siapkan nampak sedikit agak berjubel, maklum aku hanya mempunyai ruangan 2,5 m x 2,5 m dan 3m x 5 m.
Tapi aku sangat bahagia karena bisa berkumpul dengan para tetangga. Karena pada hari- hari biasa sangat sulit untuk bertemu karena sibuk dengan urusan masing-masing.
Saat lebaran inilah kami saling memaafkan, sebagai tetangga tentunya kita banyak kesalahan.
Alhamdulillah di Hari Fitri inilah kita lebur semua dosa dan kesalahan.
Selain menyiapkan kue dan makanan, kadang kami menyiapkan uang pecahan baru Rp2.000,00, Rp5.000,00 , Rp10.000,00 atau Rp20.000,00 untuk sekedar berbagi pada anak-anak atau beberapa orang tua.
Suasana lebaran yang membahagiakan penuh canda dan tawa .
Selesai bertandang ke para tetangga biasanya kami lanjutkan bersilaturahmi ke famili yang beda kecamatan.
Oh ya satu lagi , malam takbiran biasanya digunakan oleh penduduk untuk memberi hantaran ketupat and the gank ada sayur godok, semur ke beberapa tetangga yang sekiranya harus di anter. Seperti orang yang lebih tua, atau orang yang tidak sempat membuat ketupat.
Semoga kebiasaan di kampung terus dapat dilestarikan.
Lebaran penuh berkah dan persaudaraan.
Depok,
Senin, 23 April 23
06.25




Komentar
Posting Komentar