Detik- Deti- detik menegangkan ( Sri Wuryaningsih)
Deti- detik menegangkan
( Sri Wuryaningsih)
Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah menganugerahkan cucu yang sehat dan pintar.
Semoga ia tumbuh dan berkembang dengan sehat,cerdas,pintar. Menjadi anak yang Sholeh dan berguna bagi agama,nusa dan bangsa.
Muhammad Hasan al-Faruq adalah cucu pertamaku dari anak pertamaku Irbah Zhafirah dan Muhammad Umar Faruqi. Mereka menjadi pasangan suami isteri, Sabtu, 3 September 2022.
Ia lahir pada 22 Juni 2023.
Lahir dengan berat 3, 2 Kg dan panjang 50 cm .
Bayi yang lahir dengan sesar karena kondisi ibu yang minus 6 tidak memungkan melahirkan dengan normal. Alhamdulillah lahir dengan selamat, dan persalinan berjalan dengan lancar.
Aku dan suami, serta Sang Ayah menunggu kelahiran penuh harap- harap cemas. Alhamdulillah akhirnya terdengar suara tangisan dari ruang persalinan.
Ya Allah...cucuku telah lahir.
Sang Baby setelah persalinan langsung di letakkan dalam box kaca bayi . Kemudian Sang Ayah ( Muhammad Umar Faruqi) mengumandangkan azan ditelinga kanan Sang Bayi, dan iqomat ditelinga kiri. Kalimat toyyibah pertama yang didengar Sang Bayi, agar kelak ia terlindung dari gangguan dan bisikan syetan yang terkutuk.
Masya Allah....bayi yang baru lahir beberapa jam sudah nampak seperti bayi yang kelihatan seperti bayi yang sudah lahir beberapa hari. Matanya seakan nampak melihat sekeliling ruangan. Seakan ia berkata, "Di mana saya, kok seperti di ruang berbeda."
Iya sayang, kini kamu sudah berada di alam dunia .
Di dunia dengan se- izin Allah, kamu akan tumbuh dan berkembang.
Allah yang akan membentuk kamu menjadi manusia hebat , kuat, cerdas,pintar , berguna dan berakhlakulkarimah.
Detik demi detik perkembangan dan pertumbuhanmu selalu menjadi perhatian dan penuh syukur.
Seakan tak ada yang boleh dilewatkan. Dari bisa mulai mengangkat kepala, menggerakkan semua anggota tubuh, miring, tengkurap, dan semua perkembangan fisik dan psikismu.
Sampai akhirnya, Alhamdulillah 22 Juni 2024 genap usia satu tahun, kamu sudah dapat berdiri.
Ya Allah, betapa bahagianya

Komentar
Posting Komentar