Agenda Jadwalku di Hari Jumat

 Agenda Jadwalku di Hari Jumat

(Sri Wuryaningsih, MTsN 33 Jakarta)







Jumat , 2 Juli 24


Sekitar Pukul 05.45 aku diantar suami pergi bekerja, mengajar di MTsN 33 Jakarta.


Jalan yang kami lewati adalah Tanah Baru lalu ke UI ( Universitas Indonesia) ini adalah jalan tembus yang bisa kami lalui.


Hari masih sedikit gelap karena waktu Subuh saat ini jatuh pada pukul  04.45 ( sekitar ini).

Jadi kalau kami berangkat 05.30 cuaca masih gelap.


Saat melewati UI ,kami melewati Hutan Kota. Udara dingin seakan menusuk Tulang Rusuk. Hanya beberapa motor yang nampak di sini, sehingga kami bisa menaikkan laju motor yang ditumpangi. 


Setelah melewati rute Guna Darma, Kopasus, pada pukul 06.22 tibalah Kami di Sebuah Gedung Hijau dengan lapangan yang setiap harinya kami gunakan untuk berbagai aktivitas yaitu MTsN 33 Jakarta.


Di sinilah ladang kami , tempat mendidik dan memberi ilmu kepada  Peserta Didik .


Setelah mengisi daftar hadir , lalu aku membersamai Siti Mukaromah yang sudah terlebih dahulu berada di lapangan untuk menyambut para siswa.


Pukul 06.30 bel berbunyi semua siswa menuju Masjid karena agenda pagi ini adalah Yassin dan Tadarus .


Untuk memastikan semua siswa sudah berada di masjid,aku mengontrol lantai 2 dan lantai 3.

Setelah semua aman maka aku menemani siswi yang berhalangan untuk berzikir.


Setelah berzikir dengan membaca surat- surat pendek, ayat Kursi serta bertasbih , istiqfar dan bertahmid, para siswa diperkenankan kembali ke kelas.


"Silahkan masuk kelas dengan tertib tanpa suara, sambil menunggu teman-teman yang lain ,jika kelas kalian masih kotor, tolong dibersihkan ".


Karena jam pertama aku kosong( walau sudah diniatkan ingin mengerjakan Ekin) eh malah aku dipiket , sekedar membantu menulis amal atau mencatat siswa yang tidak hadir.


Pukul 08.30 jam ketiga berbunyi, aku pun memasuki kelas 8.4, setelah menyiapkan buku agenda dan beberapa benda lainnya.


Seperti biasa sambil menuju ke kelas 8.4 jika ada siswa yang diluar kelas , selalu aku bertanya ' Kenapa masih diluar" kadang mereka menjawab, ada yang mau ke WC atau sekedar keluar- keluar.  Untuk siswa yang hanya sekedar keluar aku suruh mereka tetap di kelas.


Saat aku memasuki kelas 8.4 semua murid ada di kelas duduk di meja masing-masing.


Setelah mengecek materi pembelajaran ternyata semua materi Bilangan Berpangkat sudah diberikan. Sebelum pelajaran dimulai terlebih dahulu aku mengecek kehadiran siswa.


Untuk mengecek pemahaman siswa , mereka aku perintahkan untuk membuka buku paket halaman 24, buku paket keluaran Kurikulum Merdeka. 


"Oke kita lanjutkan soal yang kemarin, silahkan kalian liat soal no.4 , soal bagian mana yang sulit. 

'Bagian C Bu" jawab mereka berbarengan.


"Baik ibu jelaskan "


Sayapun menulis soal yang dimaksud: 


(16⁴. 32²)/ (  (2²)³. 8


Sambil menjelaskan aku berusaha menggiring ingatan mereka tentang prinsip - prinsip Bilangan Berpangkat.


Setengah perjalanan menjawab 

aku tunjuk seorang siswa untuk melanjutkan, yaitu Naufala. 


Selesai Naufala menjawab soal, aku persilakan siswa lainya untuk mencermati jawaban Naufala, jika ada yang belum jelas bisa ditanyakan . Jadi pada posisi ini ,aku tempatkan Naufala sebagai Guru , teman- temennya sebagai murid , dan aku sendiri hanya akan memperjelas jawaban Naufala jika ada yang kurang lengkap.


Ternyata ada siswa yang bertanya

" Dari mana kok itu ada 2⁴ " (karena dari tulisan 16 berubah menjadi 2⁴)

Lalu Naufala menjawab" Kita berpikir bagaimana caranya agar 2 pangkat berapa yang hasilnya 16, ternyata 2⁴".


Selesai Naufala aku coba lagi seorang siswa untuk mengerjakan soal selanjutnya, Fathir Ramdan.

Awalnya siswa ini tidak mau mau karena merasa tidak bisa. Setelah aku yakinkan dia bisa akhirnya Fathir maju.


Ketika ia maju, aku memberi stimulus ketika ia kelihatan bingung, ternyata ia bisa menyelesaikan soal tersebut, ternyata ia bisa, tepuk tangan pun diberikan oleh teman- teman sekelasnya.

Senang rasanya aku mengajar mereka. Ketika ingin melanjutkan soal lain bel istirahat berbunyi, kamipun segera istirahat.


Saat menuju Ruang Guru, aku menemukan beberapa siswa membawa makanan atau minuman dengan menggunakan wadah plastik. Akupun menahan makanan mereka, karena di Sekolah Kami, sedang berusaha menerapkan Sekolah Bebas Plastik.

Aku tunggu siswa tersebut mengambil Tumbler atau tempat makannya , sampai mereka memindahkan makanan atau minuman tersebut.


Aku harus melakukan itu, karena kalau kita tak peduli dengan program yang dicanangkan tentukan program kurang berjalan dengan baik .


Tiba di Ruang Guru , dimeja makan sudah terhidang mangkok - mangkok berisi bakso.

Wah rupanya hari ini ada yang bersedekah bakso, "Jum'at Berkah" kami selalu memberi istilah tersebut jika pada hari Jumat ada yang berbagi.


Ternyata Jumat ini Aulia Yuti Nurhasanah berbagi bakso. 


Akupun mengambil salah satu mangkok tersebut dan menyiram dengan kuah yang masih di atas kompor. Setelah kuah kusiram ternyata ada yang kurang yaitu mangkok yang kuambil belum ada sawi. Maka ku ambil sawi dari mangkok lain, yang kuperkirakan tak akan dipilih orang karena jumlahnya lebih .


Setelah kutambah sambel dan saos , aku menikmati bakso tersebut. Wow ternyata baksonya sangat enak. Dagingnya lembut dan kuahnya gurih. Ternyata Bu Aulia meracik sendiri bakso- bakso ini. "Makasih ya Bu Aulia , semoga tambah berkah"


Bel tanda sholat Jumat berbunyi , seorang gurupun mengingatkan, jika para siswa harus ke masjid untuk melaksanakan Sholat Jumat dan siswinya Keputrian.


Materi Keputrian sudah aku letakkan dimeja Guru Pendamping, Siti Mukaromah, Siti Azizah, Intan Baiduri, Eni Hartati, Eti Purwaningsih, Satimah dan  Ermeilinda. 


Dibantu oleh Rohis , keputrian di sekolah kami dilaksanakan saat dilaksanakan Sholat Jumat. Sehingga jika bel berbunyi tetapi sholat Jumat belum dimulai, masih ada waktu bagi siswi yang mau jajan ke kantin.


Setelah semua siswi berada dikelas yang telah di tentukan, bersama Guru Pendamping dan Rohis , maka Keputrian segera dimulai.


Akupun mendapat tugas mengisi keputrian ini.

Setelah dikelas, aku lihat ada beberapa siswa yang masih mempunyai makanan, maka aku persilakan agar mereka menghabiskan makanan tersebut, agar saat keputrian semua fokus.


Materi Keputrian disampaikan dengan Ceramah dan Diskusi ( terserah guru pendamping).


Saat ini materi yang diberikan tentang jin khususnya "Jin khodam online".


Materi yang diberikan hanya untuk pedoman, pengembangannya diserahkan para Guru Pendamping.


Selesai keputrian, mereka sholat Zuhur berjamaah. Setelah semua berwudhu dan duduk dimasjid , seorang guru akan memimpin sholat.


Selesai sholat Zuhur mereka diperkenankan pulang.


Semua siswa dipersilahkan pulang namun tidak untuk para guru dan karyawan, karena jam pulang kami pukul 15.30 dan 16.00.


Saat- saat inilah kami gunakan untuk membahas hal- hal yang kurang . Karena aku diamanatkan memegang keputrian , jadi waktu yang ada kami pergunakan untuk membahas apa- apa yang sebaiknya di Keputrian. Akhirnya terjadilah diskusi kecil antara aku, Bu Intan, Bu Eti,Bu Azizah ,Bu Eni.

Ada beberapa hal yang harus diperbaiki di Keputrian.

Terimakasih teman-teman untuk masukkan, semoga ke depan menjadi lebih baik.



*Sekedar catatan untuk pengingat* 

Foto dokumen diambil dihari lainšŸ™





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum