Memotong Si Gondrong
Memotong Si Gondrong
(Sri Wuryaningsih)
Kebun PIK- R sudah banyak rumput liar, Pembina PIK-R nyolek, " Yok kita bersihin kebun" , " Ayo '" jawabku. Maka ketika sekitar pukul 16.00 setelah selesai acara Pelatihan Best Practice jadilah kami berkebun. Tidak banyak yang kami lakukan. Hanya memotong rumput yang tinggi, mengganti media yang rusak.
Ada pohon kencur yang hampir tertutup rumput, oleh karena itu, rumput disekelilingnya harus dicabut dan tanahnya harus digemburkan, dengan cara dikorek- korek agar bebas udara yang keluar masuk disekitar tanaman. Jika manusia mungkin biar ga engab ( he..apa itu engab), kurang bebas bernapas.
Kami juga memotong tanaman yang nampang sudah kering atau terkena hama.
Sampah rumput kami manfaatkan untuk kompos.
Dengan cara ditaruh ke wadah( bak) .
Untuk pembuatan kompos tidak bisa kami lakukan saat ini, karena harus dicampur nasi , lalu atasnya dicipratin air, didiamkan beberapa hari agar membusuk.
Ide pembuatan kompos ini adalah ide dari salah satu teman ( Siti Mukaramah), ketika ada yang ingin membuang sampah berkebun, dikatakan " Jangan dibuang, kita buat kompos", " Oh iya kita buat kompos" ( aku menimpali).
Maka aku dan Pak Asep serta beberapa anak yang belum pulang ( karena belum dijemput) ikut membantu membereskan rumput hasil pembersihan kebun.
Sementara Bu Satimah dan Bu Mukaromah masih asyik merapikan tanaman yang berantakan.
Hari sudah pukul 17.15 aku pamit pulang terlebih dahulu karena rumahku paling jauh.
Alhamdulillah ibu Kepala Madrasah ( Ibu Suhati ) belum pulang , jadi aku bareng beliau ( karena searah).
Sementara Pak Asep, Bu Satimah, Bu Mukaromah dan beberapa siswa masih asyik merapikan kebun .
https://www.instagram.com/p/C_TshzXT1EP/?igsh=cXpmdjRoMWtsaThq




Komentar
Posting Komentar