Serunya Bercengkrama dengan Air Cisadane

 Serunya Bercengkrama dengan Air Cisadane 


( Sri Wuryaningsih)


































Air sungai Cisadane yang tenang, tampak bersahabat.Langit cerah seakan mengantar kegiatan kami untuk sejenak bercengkrama denganmu.

Kami ( Aku, Asep, Bu Intan, Pak Bahrun, Aulia Rahman) grup Rafting urutan ke- 6 harus turun untuk naik ke atas Perahu Karet yang dilengkapi tali sekeliling perahu. 

Perahu Karet berwarna birulah yang akan mengantarkan kami menyusuri Sungai Cisadane. Grup kami didampingi seorang Tim Rescue dari pihak Rafting.


Saat menaiki perahu, air sudah masuk ke dalam Perahu Karet. "Perahu bocor- perahu bocor" teriakku. "Gapapa" jawab pendamping kami.


Ya sudah jika tak bermasalah , kami menaiki perahu.

Aku di depan bersama Aulia Rahman, Bu Intan di tengah, Pak Bahrun dan Asep di belakang.

Pengaturan posisi duduk dibuat agar saat mendayung seimbang.


Perahu kami dayung kadang secara bersamaan jika akan maju, kadang dayung kiri jika harus belok kiri yang duduk di kanan diam .  Dayung kanan , jika ingin belok kanan, yang duduk di kiri diam. 


Kadang kami harus geser kiri, yang duduk di kanan geser ke kiri , 

yang kiri diam.

Tujuannya untuk melepaskan perahu yang terjebak batu di sebelah kiri.


Atau kadang kami  geser kanan, yang duduk di kiri geser ke kanan, yang duduk di kanan diam, sambil menggoyang- goyangkan perahu yang terjebak batu di kanan.

Agar perahu kembali normal berjalan


Kadang kami harus merunduk jika melewati ranting . Atau diam bahkan harus meletakkan dayung di atas paha sambil memegang tali jika melewati turunan dan arus yang deras.


Saat- saat melewati turunan dan arus yang cukup deras, disinilah sensasi Rafting , andrenalin kami dipacu. Kadang kami dilempar ombak, sampai-sampai ada dayung yang terlepas. 

Kadang kami harus duduk berdempetan dengan pasangan di kiri atau kanan.

Saat itu tak ada perasaan macam- macam dalam pikiran kami, kecuali keselamatan.

Sehingga kami saling membantu.

Doa dan ucapan - ucapan bersahabat dengan alam tak lupa aku sampaikan.

'"Hai Cisadane, kita bersahabat ya, bawa kami ke tempat yang aman"


Puncak penyusuran adalah saat kami harus melewati air terjun sepanjang 3 meter, karena disinilah sensasi terbesar , antar takut dan penasaran , perang jadi satu.


Akhirnya kami dapat melewati semua itu dengan selamat.


Arus yang membawa kami, bebatuan besar yang membersamai kami dalam menyusuri Sungai Cisadane akhirnya menambah rasa syukur kami kepada Allah Subhanallah Wata'allah, bahwa apa yang diciptakan tak pernah sia- sia.


Semoga rafting ini membawa hikmah kebaikan untuk kita semua. Bahwa hidup adalah sebuah perjuangan , aral melintang sebesar apapun akan dapat kita lalui dengan doa dan usaha. Termasuk doa untuk menjaga kebersihan hati



Cisadane 

Sabtu, 10 Agustus 24 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum