Pantai Sambolo
Wah..sudah berapa tahun yang lalu ya, baru ke sini lagi, Pantai Anyer
Ketika kendaraan yang kami tumpangi sudah memasuki wilayah Pantai Anyer, memoriku melayang ke beberapa tahun silam. Saat aku dan teman2 dari MTsN 33 atau MTsN 4 berkunjung ke Pantai Anyer.
Bersama mereka kami menikmati indahnya pantai.
Deburan ombak nyanyian alam menambah ketakjuban kami.
Ya Allah...sungguh indah ciptaan -Mu.
Kami betul- betul menikmati, seakan- akan lepas beban tugas yang rutin kami kerjakan. Lepas semua kepenatan .
Tak di sangka hari ini , aku kembali ke sini ( sama2 pantai tp beda nama, Pantai Sambolo 2).
Rencananya Aku dan keluarga adik berkunjung ke kontrakan anakku , yang tinggal di Cilegon mengikuti Sang Suami.Ingin menjenguk cucu, yang selalu bikin kangen.
Sesampainya di kontrakan setelah menyantap sajian tuan rumah. Lah kok jadi ada wacana pergi ke pantai. Jadilah kami langsung meluncur ke pantai terdekat Pantai Sambolo. Yang berjarak 20 KM dari kontrakan . Akhirnya aku dan adik dengan keluarganya tanpa persiapan layaknya mau ke pantai. langsung meluncur.
Perjalanan menuju pantai dinavigasi oleh Umar dan Irbah ( istrinya) dengan motor , walau sebenarnya kami juga menggunakan google maps. Aku, Hasan dan keluarga adikku Yuli, Bambang, Fahmi, Syafa dan Fasya mengikuti.
Awalnya ketika Umar bilang dekat, aku pikir dekat hanya beberapa KM, eh ternyata 20 KM. Ah dasar memang kebiasaan kita, pasti bilang dekat jika ditanya orang ketika menunjukkan tempat yang berada di sekitar kita. Padahal 20 KM ya lumayan jauh.
Setelah melewati perjalanan lebih kurang 30 menit tibalah kami di Pantai Sambolo.
Kami disambut oleh tulisan pada pintu masuk" Pantai Sambolo 2" lalu melakukan restribusi masuk.
Setelah parkir dan menyewa saung, kami berhamburan menikmati laut
Jadilah kami semua berbasah- basahan tanpa pakaian ganti. Kecuali cucuku, Hasan dengan ibunya.
Ombak yang datang dengan suara bergemuruh mendatangkan rasa takut bercampur berani. Kamu takut jika ombak membawa kami, berani karena ada rasa ingin menikmati hantaman ombak ditubuh kami.
Ombak yang datang silih berganti sungguh menjadi panorama pemandangan yang indah. Ya Allah betapa kuasanya Engkau.
Sinar mentari yang menyengat tubuh tertutup oleh nikmat dan indahnya pantai.
Hasan nampak senang tapi takut ketika ombak datang menghampiri.
Namun akhirnya kami yang kwatir karena pada akhirnya justru Hasan yang ingin menghampiri ombak.
Adikku dan keluarganya bersenang senang keliling pantai dengan motor pantai sewaan.
Ya dengan motor ini pengunjung dimanjakan berkeliling pantai.
Pantai yang bersih , air yang bening, sungguh tak bosan kami memandangnya.
Kami semua gembira dan bersyukur dapat menikmati indahnya ciptaan Allah SWT.
Namun kami tidak lama di pantai, kami harus segera kembali ke Jakarta agar tidak terlalu sore untuk menghindari macet.
Ya Allah rasanya seperti mimpi bertemu dengan cucu hanya beberapa jam.









Komentar
Posting Komentar