Permen Sarana Pembagian
( Sri Wuryaningsih)
Materi pelajaran di hari ini, 10 September 2024 adalah tentang pecahan. Namun sebelum ke pecahan saat mengajar di hari Jumat lalu saya menemukan beberapa siswa belum bisa pembagian. Sehingga saya harus mundur. Maka saya memperintahkan mereka agar saat pelajaran Matematika selanjutnya membawa permen.
Saya mengecek apakah semua membawa permen.
Ternyata ada beberapa siswa tidak membawa permen, dengan alasan lupa.
Bagi yang tidak membawa permen selain saya catat di agenda harian , saya juga meminta mereka membeli permen di kantin.
Aduh...namanya bocah ada saja ya hal yang dilakukan membuat kita jengkel. Sudah tahu tidak boleh makan di kelas, eh... diantara mereka yang tadi tidak membawa permen , malah makan permen di kelas.
Akhirnya terpaksa saya ambil tindakan tegas, mereka saya minta untuk keluar kelas.
Pelajaran dilanjutkan membagi dengan alat bantu permen.
Permen hanya bentuk kongrit pembagian.
Pertama saya ambil 20 permen. Kemudian permen itu seakan- akan saya akan bagi ke 4 anak.
Langkah pertama saya bagi masing anak satu permen,oh ternyata masih sisa,maka permen saya bagi lagi keempat siswa misal A,B,C,D.
Eh ternyata permen masih sisa, permen diberikan ke keempat anak tersebut, sampai permen habis.
Setelah permen habis kita hitung, masing-masing anak mendapatkan berapa permen, ternyata masing-masing anak mendapatkan lima permen .
Berarti apa nak?
Berarti 20: 4 = 5
Setelah mereka paham, untuk mengecek kepahaman mereka. Mereka saya bebaskan membuat 10 soal pembagian.
Setelah selesai pembagian baru saya masuk ke pecahan.

Komentar
Posting Komentar