Leadership Camp IGI DKI

 Leadership Camp IGI DKI

( Sri Wuryaningsih)
















Pada hari Sabtu ( 18 Oktober 2024) saya mengikuti IGI Leadership Camp( ILC) yang diadakan oleh IGI DKI.  Sebagai sarana meningkatkan kinerja para pengurus IGI DKI dan menjalin persahabatan serta persaudaraan. Tempat di Tumbuh Hejo, Sentul, Bogor , Jawa Barat.


Pemberangkatan dari Ragunan dengan  mengendarai mobil tronton. Sambil menunggu kehadiran teman-teman saya mengunjungi SD 08 Pagi Ragunan. SD yang bagus , bangunan 3 lantai itu sungguh megah, dengan prasarana yang lengkap.

Ada ruang pertemuan, laboratorium komputer, lapangan yang luas dan taman yang asri.


Kepada Sekolah ternyata orang yang sudah lama saya kenal , Bapak Walan . Sehingga saya mendapat izin untuk kepoin nih sekolah.Oleh tuan rumah kami di bawa ke ruangan Kepala  Sekolah. Ruangan yang besar, dengan sofa dan lemari buku serta lemari  piala berdiri di kiri kanan ruangan . Kamipun (Saya , Pak Isro, Pak Lahmudin, Pak Arief dan pak Walan ) bincang -bincang ringan seputar kepemimpinan.  Tak lama kemudian ternyata teman-teman yang lain sudah berdatangan, perbincangan dicukupkan dan kembali ke tronton.


Setelah formasi lengkap kami siap untuk berangkat ,kami sangat gembira bertemu teman-teman, saat- saat seperti inilah kami melepas kerinduan.

Karena kesibukan masing-masing maka kami jarang bisa kopi darat.


Tronton menuju daerah Perkemahan Tumbuh Hejo Sentul Bogor.


Mobil meluncur melewati jalan Simatupang , terus masuk tol. Mobil meluncur dengan gesit walau tronton tetap bisa meluncur dengan cepat.

Dalan mobil kami merasakan sensasi naik tronton, ada hentakan - hentakan yang harus diatasi dengan berpegangan pada besi yang berada di belakang kursi .

Namun perjalanan sangat mengasyikan, kami bisa memandangi alam perjalanan dan melihat mobil-mobil yang meluncur seperti perlombaan.


Dalam perjalanan selama masih di dalam kota , jalan masih mulus.

Namun ketika memasuki wilayah tujuan Penginapan Tumbuh Hejo, Sentul , mulai tercium jalan berkelok dan terjal. Kadang kami harus menanjak dan melalui jalan yang menaikan andrenalin.

Tak lupa kami berdoa agar perjalanan lancar .


Setelah tiba di lokasi , Masya Allah, sungguh indah bentang alam di sini.

Kita akan disajikan dengan tekstur tanah yang berundak. Setelah semua peserta turun, kami lanjut ke tempat perkemahan. Semua berjalan menyusuri jalan batu dan nanjak.


Dengan ransel dipunggung, tas perbekalan di kanan dan tas perlengkapan di kiri, saya melintas jalan itu.

Wah lumayan berat juga bawain ada beras, kopi, kentang Mustopa, tempe , tahu, cabe, garam, bawang putih, cobet, centong.


Karena memang kami mau kemah jadi semua peserta harus membawa bekal sebagai persiapan 2 hari 1 malam.

Masing- masing peserta membawa bekal yang berbeda agar tak ada penumpukan logistik.


Setiba di lokasi perkemahan masing- masing mengambil peran . Ada yang mendirikan tenda, mengumpulkan logistik, memasak dan lain-lain .

Semua bekerja sama, saling melengkapi.


Saya sendiri mencoba mendirikan tenda. Tenda ...entah berapa puluh tahun yang lalu terakhir saya mendirikan tenda .

Sehingga saya harus belajar dengan Pak Lahmudin memasang tenda modern.

Tenda sekarang lebih praktis. Kemajuan zaman juga menyentuh pertendaan.

Tenda yang kami dirikan diperuntukkan hanya untuk yang jaga malam, karena sudah ada tempat tidur peserta yang merupakan fasilitas perkemahan.


Pukul 11.30 tim dapur selesai melaksanakan tugas, para peserta kumpul untuk makan siang. Kami makan dengan menggelar daun pisang. Semua peserta menikmati hidangan dengan gembira dan rasa syukur.

Lauk yang dibawa para peserta ditambah rebusan daun singkong hasil kebun penduduk dengan sambel buat Bu Siti Saroh menambah nikmatnya santap siang.


Tiba waktu pelatihan, jangan dibayangkan bahwa kami akan duduk manis mendengarkan Nara Sumber.

Tidak ...kami di sini bermain Games.

Dengan games ini diajarkan bagaimana kami harus bekerja sama dengan kompak untuk mencapai tujuan.Layaknya IGI , maka semua anggota harus kompak dan kerja keras


Ibarat baterai agar tetap nyala harus dicharger, demikian juga dalam organisasi perlu motivasi dan semangat ( bapak Iwan , penasehat IGI Jakarta).


 Dalam game juga terdapat unsur kejujuran dengan tujuan kitapun harus selalu jujur dimanapun berada .


Kejujuran dan tanggungjawab harus dimiliki setiap manusia karena itu merupakan dua sifat yang mendasar.


Malam di temani api unggun dan terangnya sinar purnama, para peserta berdiskusi dan mengeluarkan uneg. 

"Setiap ada anggota baru hendaknya dirangkul dan dibimbing" ( ibu Sulis).


Ahad , 19 Oktober 2024

Setelah sarapan nasi goreng dan makanan kebangsaan orang kemah ( mie) , kami pergi menikmati indah dan sejuknya kampung Tumbuh Hejo.Berawal dengan jalan menanjak, dan para peserta membawa tongkat sebagai bantuan pegangan.

Kami susuri jalan berbatu yang ditumbuhi rumput liar. Nampak bahwa jalan ini jarang di lewati .

Udara yang sejuk dan pemandangan hijau menemani perjalanan kami.

Sawah menghijau serta dedaunan rimbun sungguh menambah indahnya pemandangan.

Sungai dengan bebatuan yang besar menjadi incaran kamera.

Kami lepaskan semua kepenatan dengan cipratan air yang dibalas dengan cipratan juga.


Namun demikian sangat disayangkan ada tempat yang sepertinya kurang terurus, ada kolam air panas tetapi dibiarkan begitu saja. Kami singgah hanya untuk menyentuh air dan berendam kaki .


Perjalanan ini cukup menjadi obat penghilang penat karena pekerjaan dan rutinitas sehari-hari.


Alhamdulillah bisa bersama teman-teman menjalin silaturahim dan bertukar cerita.



Terima kasih: 

1. Pak Danang

2. Pak Iwan.

3. Pak Adan

4. Pak Jamal

5. Pak Asro

6. Pak Walan

7. Pak Arief

8. Pak Sunarto 

9. Pak Zainal 

10. Pak Lahmudin 

11.Pak Ghofur 

12. Pak Kasmadi 

13. Bu Hilwah

14. Bu Octa

15. Bu Saroh

16. Bu  Eti

17. Bu Ermi

18. Bu Yuli 

19. Bu Rumie 

20. Bu Sulis

22. Bu Rizka

23. Bu Winy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desaku

Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Sumpah Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia

Sawahku Tak Lagi Tersenyum