Tragedi Tidur Siang
Tragedi Tidur Siang
( Sri Wuryaningsih)
Mendengar suara suami membangunkan , aku langsung bangun dan bergegas mandi , karena kulihat jam sudah menunjukkan pukul 04.30. Berarti waktu Subuh terlewat 15 menit yang lalu, karena Subuh pukul 04.15.
Selesai mandi lalu berwudhu, oh iya aku semalam sudah niat belum ya mau puasa sunah Senin.Ya sudahlah kalau begitu ga usah kumur, biar saja saya lanjut puasa.
Saat wudhu juga kepikir anak - anak sudah pada bangun belum ya.
Kenapa di lantai atas belum terdengar ada aktivitas anak- anak sudah bangun. Ya sudah aku sholat saja dulu nanti baru membangunkan mereka.
Tiba-tiba anak nomor dua sudah menuruni anak tangga, oh Alhamdulillah anak sudah bangun.
Ya sudah aku bisa langsung Subuh-
an.
" Ya Allah...aku kan kemarin belum menyiapkan baju seragam. Biasanya aku kan suka menyiapkan seragam dari senin- Jum'at, ya ampun kok aku lupa ya semalam belum disiapkan.
Aduh dimana lagi ini baju putihnya. Sepertinya ga sempat lagi menyetrika kalau aku mau menggunakan baju putih yang satu lagi. Ya sudah pake baju putih yang sudah di setrika saja.
Tapi aku aku taruh mana ya.
Ku buka lemari ga ada. Ku coba cari di tumpukan pakaian ( karena lemari sudah penuh sebagian aku tumpuk saja) tapi kok ga ada . Ah mungkin masih di plastik loundrian, benar ada disini, ku ambil lah baju tersebut. Sekarang tinggal roknya, mana nih rok yang mau ku pakai, ku cari lagi rok hitam yang ternyata ada di plastik loundrian juga .
Setelah lengkap berpakaian aku sholat Sunnah Qobliyah Subuh.
Selesai sholat Qobliyah Subuh, aku melihat suami sedang makan dan kulihat kenapa ia makan tidak pake lauk. Lalu aku berkata "Ada ayam ditutupin piring di belakang Bi ( panggilan untuk suami Abi).
Sambil mikir kok tumben suami pagi- pagi mau makan berat.
Berarti ga ada yang tahu kalau aku goreng ayam dan lauk kemarin masih tersisa.
Lalu aku lanjut Sholat Subuh, karena merasa sudah siang, setelah zikir , buru-buru aku tutup dengan doa yang singkat.
Setelah sholat aku lepas mukena dan kepikiran lagi , ya Allah...hari ini kan hari pertama aku harus mengajar di kelas yang gurunya pindah. Aduh belum liat jadwal ada di jam berapa dan belum mempersiapkan materi lagi.
Ya sudahlah nanti masuk kelas saja dulu.
Oh ya ini kan Senin, berarti harus memakai seragam kerudung coklat. Wah dimana ini kerudung rasanya belum disetrika.
Keluarlah aku dari kamar dengan niat mau mencari kerudung coklat.
Melihat aku menggunakan seragam suami berkata "Emang kamu mau kemana? "
Lho ku suami bertanya seperti ini.
"Mau sekolah lah " jawabku
"Lihat memang sekarang jam berapa" kata suami.
"Nah itukan sudah jam 5 lewat"jawabku " sudah siang".
Di sini baru aku sadar memang ini jam 5 apa.
Astagfirullah ternyata baru jam 17.15.
Ya Allah ternyata aku lupa kalau hari ini aku tadi tidur siang.
Dasar nenek lupa kalau tidur siang.
Sambil mengingat - ingat.
Oh iya tadikan sebelum tidur VC sama cucu Hasan.
Sebelumnya zoom dengan Media Guru terkait Temu Nasional Guru Penulis (TNGP) di Ancol. Dan menulis cerita sekitar Temu Pendidik Nusantara XI yang kemarin berlangsung.
Alhamdulillah berarti aku masih bisa menyiapkan pakaian untuk sepekan dan melihat materi untuk persiapan masuk kelas .
Ketika kejadian ini ku share di grup ini tanggapan teman-teman.(Sebelumnya aku japri ke seorang teman) .
Aku share foto siap menggunakan seragam mau kerja.
[3/11 17.25] MTsN 33_Sri Wuryaningsih: Dasar nenek ga ingat kl tidur siang
Bangun tidur jam 04.30 an buru2 sholat subuh, pake seragam, br sadar pas dity suami mau kmn.
Lah sekolah lah , mg jam brp, lah itu sdh jam 5 lewat.
Baru sadar lah ini msh minggu, ya Allah aku kirain subuh td sholat subuh. Ternyata msh sore ππ
[3/11 17.31] Mukaromah: Ya Allah nenek mau ketawa takut dosaπ€
[3/11 17.32] Elikomariah MTsN 33: Untung blum sampe skolahπ
[3/11 17.34] Nelly: ππππ
[3/11 17.34] Mukaromah: tp bs sampe panjang gitu gak nyadarnnya , mandi sholat subuh pakai seragam
[3/11 17.34] Nelly: Harusnya biarkan aja sampai sekolahan π€π π π
[3/11 17.35] Elikomariah MTsN 33: Upacara y π
[3/11 17.35] Elikomariah MTsN 33: Aduh mak wurπ

Komentar
Posting Komentar