Hujan di Sore Hari
Hujan di Sore Hari
( Sri Wuryaningsih)
Siraman hujan sore itu seakan-akan memanggil mereka untuk membersamainya.
Mereka menikmati kucuran hujan
Bak roti panggang yang empuk.
Butiran air yang menimpa seakan pendingin otak yang seharian berkutat dengan pelajaran.
Butiran kristal itu seakan menyatu di kepala mereka. Dengan gembira dan gerakan lincah berlarian berebut benda bulat berwarna hitam putih.
Ku curi pandang wajah- wajah polos itu, begitu bahagia.
Aku tersenyum melihat mereka yang bahagia.
Bahagia itu begitu sederhana.
Hanya tetesan air dari langit
Membuat mereka bebas lepas
Menghilangkan kepenatan.
Mereka berkejar-kejaran merebut bola , menendang, menggiring dan menggocek.
Sungguh mereka sangat menikmati setiap butiran kristal bening yang menimpa wajah mereka.
Awalnya memang saya yang mengizinkan mereka menikmati hujan. Karena saat itu saya sedang piket. Karena sudah jam terakhir dan saat mereka Olahraga.
Saya berpikir, biarlah mereka menikmati rinai hujan dengan bebas.
Namun karena di anggap kondisi kurang bersahabat seorang guru mengingatkan, agar para siswa jangan dibiarkan bermain hujan.
Akhirnya saya cabut izin tersebut. Mereka sedikit kecewa. " Ya ibu...tadi boleh".
Terpaksa saya jelaskan, kenapa saya melarang mereka hujan- hujanan. Karena cuaca kurang bagus, kwatir nanti sakit.
Akhirnya mereka berhenti bermain hujan - hujanan walau pakaian mereka sudah basah.
Komentar
Posting Komentar